Larang Berbagi Password Termasuk di RI, Netflix Untung Apa Buntung?

Sejak kebijakan ini berlaku awal 2023, ternyata jumlah pengguna platform nonton berbayar ini bertambah hingga 6 juta orang.

Jakarta, CNN Indonesia

Kebijakan Netflix menyetop berbagi password ternyata membuahkan hasil. Sejak berlaku awal 2023, ternyata jumlah pengguna platform nonton berbayar ini bertambah sebanyak 6 juta orang.

Pihak Netflix mengungkap pelanggan berbayar mereka bertambah 6 juta selama tiga bulan terakhir, sehingga total penggunanya menjadi lebih dari 238 juta secara global.

Perusahaan mengatakan sekarang telah menerapkan paid sharing di lebih dari 100 negara. Ini merupakan upaya Netflix untuk membuat pengguna berhenti berbagi akun dengan orang lain secara gratis.

Mengutip CNN, pihak Netflix mengungkap pendapatan di wilayah tersebut sekarang lebih tinggi daripada sebelum layanan diluncurkan, dan “pendaftaran sudah melebihi pembatalan.”

Chief Financial Officer Netflix Spencer Neumann menyebut paid sharing Netflix sebagai “akselerator pendapatan utama tahun ini” selama kuartal kedua perusahaan.

“Sebagian besar pertumbuhan pendapatan kami tahun ini berasal dari pertumbuhan volume keanggotaan berbayar baru dan itu sebagian besar didorong oleh peluncuran paid sharing kami,” kata Neumann.

Netflix ingin meningkatkan pendapatan dengan membatasi sharing akun dan memperkenalkan opsi berlangganan yang didukung iklan sambil juga menghadapi tantangan baru.

Yakni, pemogokan serikat pekerja aktor dan penulis Hollywood yang dapat mempengaruhi rangkaian acara dan film orisinalnya di masa mendatang.

Co-CEO Netflix Ted Sarandos saat dihubungi mengatakan pemogokan itu “bukan hasil yang kami inginkan.”

“Poin sebenarnya adalah kita perlu menyelesaikan pemogokan, sehingga kita semua bisa bergerak maju,” tambahnya.

Termasuk RI

Larangan berbagi password Netflix memang membantu meningkatkan pendapatan kuartal pertama tahun ini, namun itu masih jauh dari apa yang diperkirakan analis.

Netflix membukukan pendapatan hampir US$8,19 miliar untuk kuartal tersebut, dibandingkan dengan proyeksi Wall Street sebesar US$8,3 miliar. Itu juga membukukan laba bersih US$ 1,49 miliar, naik 3 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Sementara kami telah membuat kemajuan yang stabil tahun ini, kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempercepat kembali pertumbuhan kami,” kata perusahaan itu dalam sebuah surat kepada investor.

Perusahaan mencatat berlangganan paket yang didukung iklan dengan harga lebih rendah telah berlipat ganda sejak tiga bulan awal tahun ini, tetapi “pendapatan iklan saat ini tidak material untuk Netflix.”

Netflix mengatakan akan membukukan pendapatan US$8,5 miliar pada kuartal ini, peningkatan 7 persen dari tahun ke tahun tetapi di bawah perkiraan analis yang hampir US$8,7 miliar.

Perusahaan juga mengklarifikasi tidak akan memperkenalkan opsi keanggotaan tambahan untuk pelanggan di negara-negara yang baru memberlakukan pembatasan berbagi akun, termasuk Indonesia, mengutip TechCrunch.

Alasan di balik keputusan ini adalah penetrasi pasar yang relatif rendah di pasar tersebut, seiring dengan tersedianya tingkatan langganan Netflix yang lebih ekonomis, tulis perusahaan dalam surat kepada pemegang saham.

“Di pasar ini, kami tidak menawarkan opsi anggota tambahan mengingat baru-baru ini kami telah memangkas harga di beberapa negara tersebut (misalnya, Indonesia, Kroasia, Kenya, dan India) dan penetrasi masih relatif rendah di banyak negara,” tulis Netflix dalam pernyataannya.

“Sehingga kami memiliki banyak landasan tanpa membuat kerumitan tambahan. Orang yang meminjam Netflix akan dapat mentransfer profil yang ada ke akun baru dan yang sudah ada,” tandas perusahaan.

(dmr)





Sumber: www.cnnindonesia.com