Komunikasi Pulih, Pesawat Antariksa Voyager 2 Bisa ‘Menelepon’ Bumi

NASA sukses mendapatkan kontak Voyager 2, pesawat antariksa yang terkatung-katung di angkasa, secara tak sengaja. Simak apa misi ini.

Jakarta, CNN Indonesia

Pesawat antariksa Voyager 2 akhirnya bisa berkomunikasi dengan lancar dengan Bumi setelah sebelumnya cuma mengirim sinyal lemah usai hilang kontak.

Bisakah Anda mendengar saya sekarang?” kicau akun Twitter Voyager dalam pernyataan di akun X-nya, Sabtu (5/8) dini hari WIB.

Tadi malam, saya memperbaiki komunikasi penuh dengan Bumi berkat beberapa pemikiran cepat dan banyak kolaborasi. Saya beroperasi secara normal dan tetap pada lintasan yang diharapkan. Senang sekali akhirnya bisa menelepon ke rumah,” lanjutnya.

Misi jangka panjang Voyager 2 NASA, yang diluncurkan dari Bumi pada tahun 1977 dan saat ini berada sekitar 19,9 miliar kilometer dari Bumi, sebelumnya kehilangan kontak dengan planet ini.

Itu terjadi buntut serangkaian perintah yang secara tidak sengaja memindahkan antena Voyager 2 2 derajat dari Bumi pada 28 Juli.

Beruntung, secara tak sengaja lembaga antariksa AS NASA menangkap sinyal semacam “detak jantung” Voyager 2 secara tak sengaja saat pemindaian langit rutin pada Selasa (1/8).

Sinyal lemah itu setidaknya memberi tahu pengontrol misi bahwa probe tersebut masih hidup meskipun belum dapat berkomunikasi sepenuhnya.

Voyager 2 sebenarnya diprogram untuk mengatur ulang orientasinya secara otomatis beberapa kali dalam setahun jika terjadi masalah seperti ini. Jendela pengaturan ulang berikutnya adalah pada Oktober.

Perkembangan terbaru, Jumat (4/8) waktu AS atau Sabtu (5/8) WIB, Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA mengumumkan bahwa fasilitas Deep Space Network NASA di Canberra, Australia, dapat mengirimkan perintah ke ruang antarbintang, lokasi Voyager berada.

Perintah itu mengarahkan ulang pesawat ruang angkasa dan membuat antenanya kembali menunjuk ke Bumi. Pengontrol misi menunggu 37 jam untuk mengetahui apakah perintah berhasil.

“Pesawat ruang angkasa mulai mengembalikan data sains dan telemetri, menunjukkan bahwa dia beroperasi secara normal dan tetap pada lintasan yang diharapkan,” kata JPL dalam pernyataannya.

Voyager 2 terbang ke luar angkasa dari Launch Complex 41 di Cape Canaveral, Florida, 20 Agustus 1977. Setelah melewati empat planet raksasa gas (Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus) pada 1970-an hingga 1990-an, Voyager 2 memasuki ruang antarbintang pada 10 Desember 2018.

Pesawat antariksa kembarannya, Voyager 1, juga sejauh ini masih beroperasi dan terbang hingga 24 miliar km dari Bumi. Ini adalah objek pertama yang bergerak di luar pengaruh gravitasi bintang kita, Matahari, pada 2012.

Misi Voyager memang perlahan-lahan kehilangan daya dari generator radioisotop nuklir mereka. Namun, para insinyur telah membuat beberapa perubahan untuk memelihara sistem.

Pemanas dimatikan, misalnya, dan pada April 2023 para insinyur menonaktifkan pelindung lonjakan (atau pengatur tegangan) Voyager 2.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)





Sumber: www.cnnindonesia.com