Kominfo Ungkap Hasil Penelusuran Awal Dugaan Kebocoran Data KPU

Kominfo menemukan kemiripan data yang disebarkan penjahat siber Jimbo di BreachForums dengan data DPT Pemilu 2024 di website KPU.

Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan kemiripan antara data yang disebarkan penjahat siber Jimbo di BreachForums dengan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 di website KPU.

Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kominfo Usman Kansong temuan itu berdasarkan hasil pihaknya beberapa waktu terakhir.

“Kominfo melakukan penelusuran tentang dugaan kebocoran data tersebut. Dan memang sementara kita menemukan ada kemiripan data yang beredar di ruang publik yang ditawarkan oleh akun anonim bernama Jimbo itu dengan data yang ada di website KPU,” ujar Usman di kantor Kominfo, Jakarta, Senin (4/12).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usman menyebut Kominfo telah bersurat secara elektronik kepada KPU untuk meminta klarifikasi terkait dugaan kebocoran data tersebut. Langkah Kominfo ini sesuai dengan yang diatur dalam Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Namun, Usman mengatakan dirinya belum mengecek apakah klarifikasi sudah disampaikan oleh KPU atau belum.

Selain penelusuran dan permintaan klarifikasi, Kominfo juga telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), kepolisian, serta KPU untuk menghindari hal semacam ini terjadi lagi, baik terkait pemilu maupun penyelenggara sistem elektronik (PSE) secara umum.

CNNIndonesia.com telah menghubungi KPU terkait permintaan klarifikasi dari Kominfo. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan yang diberikan.

Menkominfo Budi Arie Setiadi, lewat siaran persnya, juga mengungkap motif di balik pembocoran data diduga DPT Pemilu 2024. Menurutnya pembocoran data itu tidak terkait politik, tapi ekonomi.

“Kami ingin meyakinkan kalau ini tidak ada motif politik. Ini motif bisnis, motifnya ekonomi dengan pengertian jualan data,”ungkap

Kendati begitu, Kominfo masih berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),Polri, hingga Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

“Sehingga Kominfo belum dapat menyimpulkan sebelum adanya laporan dari lembaga terkait.”

Sebelumnya, akun anonim di BreachForums Jimbo membocorkan ratusan juta data yang diklaimnya berasal dari situs KPU. Pakar menduga hal itu memungkinkan lewat pencurian kredensial admin pengelola data pemilih, seperti teknik phishing.

Pada Sabtu (2/12), Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan hasil investigasi awal terkait dugaan kebocoran ini telah dikirimkan kepada Bareskrim Polri dan KPU.

“BSSN telah menyerahkan laporan hasil investigasi dan forensik digital tahap awal kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan KPU,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com