Kominfo Genjot Perluasan Akses Internet, Dorong Ekonomi Digital

Kominfo menyebut Indonesia berpeluang mengadopsi aturan Uni Eropa untuk mengatur pasar digital di dalam negeri. Simak penjelasannya.

Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan akan terus menggenjot layanan jaringan telekomunikasi untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah yang belum terjangkau internet agar dapat masuk dalam ekosistem digital.

Pada kegiatan Indonesia Digital Summit, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menjelaskan tak sedikit tantangan dihadapi dalam upaya perluasan akses internet itu. Antara lain, keragaman kondisi geografis di Indonesia.

“Kita adalah yang paling unik secara geografis, sehingga kegiatan teknologi beragam, bisa menggunakan fiber optic, wireless, satelit. Pilihan teknologinya enggak selalu sama di seluruh wilayah Indonesia,” kata Budi Arie seperti dilansir Antara, Selasa (28/11).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, lanjut Budi Arie, akses internet di Indonesia baru menjangkau sekitar 78 persen area. Dirinya menegaskan, coverage dan capacity menjadi hal terpenting dalam upaya digitalisasi.

“Masih ada 22 persen warga bangsa kita, terutama yang di pelosok, yang belum terkoneksi atau mengakses internet. Itu PR kita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shintia Kamdani, menyampaikan harapan agar pemerintah dapat menyusun kerangka regulasi yang suportif.

Kerangka regulasi yang baik diyakini akan menambah kepercayaan investor, sehingga ekosistem digital dapat terwujud.

“Ini penting, mengingat kepastian hukum dan kerangka regulasi yang jelas bisa meningkatkan kepercayaan investor untuk investasi infrastruktur digital di Indonesia,” kata Shintia.

Komitmen memperluas akses internet itu juga menjadi bagian dari sejumlah program yang disusun Kominfo guna mendorong UMKM masuk dalam ekosistem digital.

Program-program tersebut antara lain, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), kegiatan UMKM Level Up melalui Digital Mentoring dan Business Incubator, hingga Digital Enterpreneurship Academy (DEA).

Menurut Budi Arie, setidaknya sebanyak 22 juta UMKM telah mendapat manfaat dari berbagai program Kominfo untuk mendukung perekonomian Indonesia.

“Inovasi dari rekan-rekan pelaku bisnis untuk berinovasi menghasilkan produk maupun layanan yang lebih baik untuk perekonomian bangsa,” kata Budi Arie.

(rir)



Sumber: www.cnnindonesia.com