Kisah Kencan Unik ala Kelelawar Berpenis Raksasa

Seekor kelelawar berpenis raksasa ditemukan sebagai satu-satunya mamalia yang berhubungan seks tanpa penetrasi.

Jakarta, CNN Indonesia

Para ahli menemukan spesies kelelawar berpenis sangat besar, hingga membuatnya tidak muat ke dalam vagina betina, sebagai satu-satunya mamalia yang diketahui melakukan hubungan seks tanpa penetrasi.

Biasanya, mamalia kawin melalui hubungan seks penetrasi. Namun, kelelawar serotin (Eptesicus serotinus) mengembangkan strategi yang berbeda.

Alih-alih memasukkan penis mereka ke dalam vagina betina, pejantan menggunakan alat kelaminnya yang terlalu besar untuk menyingkirkan selubung ekor pasangannya, sebelum menekan vulvanya hingga 12 jam, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Senin (20/11) di jurnal Current Biology.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami telah mengamati bahwa kelelawar ini memiliki penis yang sangat panjang dan kami selalu bertanya-tanya bagaimana cara kerjanya?” kata pemimpin penulis Nicolas Fasel, peneliti pascadoktoral dan ahli biologi evolusi di University of Lausanne, Swiss, dikutip dari LiveScience.

Cara kerjanya ternyata tidak seperti mamalia lainnya. Ketika ereksi, penis kelelawar ini tujuh kali lebih panjang dan lebar dibandingkan lubang vagina betinanya. Hal ini membuat hubungan seks penetrasi pasca-ereksi menjadi tidak mungkin dilakukan.

“Kami pikir mungkin seperti pada anjing yang penisnya membesar setelah penetrasi sehingga terkunci bersama. Atau alternatifnya mungkin mereka tidak bisa memasukkannya ke dalam, tapi jenis persetubuhan seperti itu belum pernah dilaporkan terjadi pada mamalia sampai sekarang,” kata Fasel.

Fasel dan rekan-rekannya menganalisis rekaman dari kamera yang mereka tempatkan pada sudut yang bisa dipanjat oleh kelelawar. Posisi ini membuat alat kelamin hewan tersebut terlihat selama berhubungan.

Mereka mencatat total 97 peristiwa kawin di loteng sebuah gereja Belanda dan di pusat rehabilitasi kelelawar di Ukraina. Tak satu pun sesi seks yang melibatkan penetrasi.

Sebaliknya, rekaman tersebut menunjukkan jantan memegang tengkuk perempuan dan menggerakkan panggul mereka sampai penis mereka yang ereksi mendorong kuat ke vulva pasangannya.

Sang jantan kemudian tetap diam dalam pelukan ini selama rata-rata 53 menit dengan interaksi terlama berlangsung hampir 13 jam.

Para peneliti mencatat penis kelelawar membesar sebelum bersentuhan dengan vulva, bahkan mengecualikan kemungkinan penetrasi sebelum ereksi, yang diketahui terjadi pada anjing.

Tim juga mengukur dan mendeskripsikan penis kelelawar serotin hidup yang ereksi.

Hewan-hewan ini mengalami ereksi di bawah pengaruh bius, sehingga para peneliti dapat mendokumentasikan pembengkakan “berbentuk hati” di ujung penis.

“Pembengkakan terminal dihiasi dengan beberapa rambut pendek dan terdiri dari dua jaringan ereksi besar. Kami mendalilkan bahwa rambut yang ada pada pembengkakan terminal berfungsi sebagai sensor untuk membantu menemukan vulva,” tulis para peneliti dalam studi tersebut.

Kelelawar serotin kemungkinan mengembangkan penis yang terlalu besar sehingga mereka bisa menyingkirkan selaput yang menutupi alat kelamin betina.

“Kelelawar menggunakan selaput ekornya untuk terbang dan menangkap serangga yang mereka makan dan kelelawar betina juga menggunakannya untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan melindungi diri dari kelelawar jantan,” kata Fasel.

Namun, pejantan bisa menggunakan penis besar ini untuk melewati selaput ekor dan mencapai vulva.

Bulu di perut kelelawar betina tampak basah setelah kawin, menandakan adanya sperma. Namun, sampel diperlukan untuk memastikan bahwa kelelawar jantan mengalami ejakulasi selama proses berpelukan yang lama tersebut.

Terlepas dari itu, ahli menyimpulkan ini adalah bukti pertama yang terdokumentasi mengenai hubungan seks non-penetratif, yang juga dikenal sebagai “kontak perkawinan” pada mamalia.

Namun, perilaku ini telah dijelaskan pada burung, dan melibatkan pejantan dan betina yang menekan lubang yang disebut kloaka untuk melakukan “ciuman kloaka” yang menghasilkan transfer sperma.

Untuk menggambarkan dengan lebih baik perilaku kawin kelelawar serotin, Fasel dan rekan-rekannya “mencoba mengembangkan kotak porno kelelawar yang akan menjadi seperti akuarium dengan kamera di mana-mana.”

[Gambas:Video CNN]

(rfi/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com