Kilau Retro di Karya Perdana Teleskop Euclid Pemburu Dark Universe

Euclid, teleskop luar angkasa dengan misi mencari semesta gelap, mengirim hasil foto inframerah perdana. Cek penampakan taburan kilauannya.

Jakarta, CNN Indonesia

Teleskop Euclid pencari Dark Universe milik Badan Antariksa Eropa (ESA) memamerkan potret pertamanya ke Bumi. Simak pesonanya.

Dua instrumen pesawat antariksa Euclid mengambil gambar uji coba awal. Gambar tersebut memperlihatkan pemandangan bintang gemerlap yang membuktikan semua yang ada di dalamnya dalam kondisi prima.

Bedanya dengan teleskop luar angkasa lain, terutama James Webb, hasil potret Euclid tampak seperti filter bergaya klasik meski tetap tajam menampilkan detil bintang-bintang yang rapat, galaksi spiral, hingga diduga asteroid.

“Setelah lebih dari 11 tahun merancang dan mengembangkan Euclid, sangat menggembirakan dan sangat emosional untuk melihat gambar-gambar pertama ini,” kata Giuseppe Racca, manajer proyek Euclid di Badan Antariksa Eropa, dikutip dari CNN.

“Lebih luar biasa lagi ketika kita berpikir bahwa kita hanya melihat beberapa galaksi di sini, yang dihasilkan dengan penyetelan sistem minimum. Euclid yang telah dikalibrasi sepenuhnya pada akhirnya akan mengamati miliaran galaksi untuk membuat peta 3D terbesar yang pernah ada di langit,” tambahnya.

Euclid telah menghabiskan satu bulan terakhir sejak peluncurannya pada 1 Juli. Wahana antariksa ini tengah melakukan perjalanan ke titik orbitnya yang berjarak 1,5 juta kilometer dari Bumi.

Teleskop berdiameter 1,2 meter ini akan tetap berada di titik yang dikenal sebagai titik Langrangian matahari-Bumi L2, yang juga merupakan rumah bagi Teleskop Antariksa James Webb (JWST) milik NASA. Euclid akan terus mengikuti Bumi saat planet kita mengorbit Matahari.

Para ilmuwan sudah merasa senang dengan kemampuan yang ditunjukkan oleh gambar-gambar awal Euclid yang menunjukkan teleskop ini dapat melebihi ekspektasi.

“Sungguh luar biasa melihat tambahan terbaru dalam armada misi sains ESA yang telah berkinerja sangat baik,” kata Josef Aschbacher, Direktur Jenderal ESA.

“Saya sangat yakin bahwa tim di balik misi ini akan berhasil menggunakan Euclid untuk mengungkap banyak hal tentang 95 persen alam semesta yang saat ini masih sangat sedikit kita ketahui,” imbuhnya.

Dikutip dari situs ESA, Euclid diambil dari nama matematikawan Yunani Euclid dari Alexandria, yang hidup sekitar tahun 300 SM dan menemukan subjek geometri. Dikarenakan kepadatan materi dan energi terkait dengan geometri alam semesta, misi ini dinamai untuk menghormatinya.

Euclid sendiri dirancang untuk mengeksplorasi evolusi dark universe. Teleskop ini akan membuat peta 3D alam semesta (dengan waktu sebagai dimensi ketiga) dengan mengamati miliaran galaksi yang berjarak 10 miliar tahun cahaya, di lebih dari sepertiga bagian langit.

Meskipun energi gelap mempercepat pemuaian alam semesta dan materi gelap mengatur pertumbuhan struktur kosmik, para ilmuwan masih belum yakin apa sebenarnya energi gelap dan materi gelap itu.

Dengan mengamati alam semesta yang berevolusi selama 10 miliar tahun, Euclid akan mengungkap bagaimana alam semesta memuai dan bagaimana strukturnya terbentuk sepanjang sejarah kosmik.

Kemudian, para astronom bisa menyimpulkan sifat-sifat energi gelap, materi gelap, dan gravitasi untuk mengungkap lebih jauh sifat-sifatnya.

[Gambas:Video CNN]

(lom/arh)





Sumber: www.cnnindonesia.com