Ketatnya Zoom Vs Google Meet, Kondisi Berbalik saat Pandemi Usai

Twitter akan menambahkan fitur pesan, panggilan, dan video call ke app-nya tanpa harus menggunakan nomor hp.

Jakarta, CNN Indonesia

Zoom dan Google Meet atau Gmeet disebut masih bersaing ketat di saat tren kerja dari rumah (WFH) sudah bergeser. Siapa lebih unggul?

WFH sempat jadi opsi dominan di tengah pandemi Covid-19 sejak akhir 2019. Platform Zoom dan Gmeet pun bersaing ketat memperebutkan konsumen.

Namun, seperti halnya di Indonesia, perusahaan dan lembaga-lembaga negara perlahan mewajibkan para karyawan masuk kantor.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu terjadi bahkan sebelum status pandemi resmi dicabut Presiden Joko Widodo lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Corona Virus Disease 2019, Kamis (22/6).

Namun, Zoom dan Gmeet terus berinovasi. Salah satu fitur yang sempat membuat Gmeet unggul adalah membuat blur latar belakang pengguna. Zoom pun terpantau menirunya!

Situs analisis data AppFigures mengungkap Zoom memang terlihat mendapat banyak unduhan selama pandemi. Sayangnya, kini situasinya berubah.

“Tidak hanya dari mereka yang membutuhkannya untuk bekerja tetapi juga dari mereka yang membutuhkannya untuk menggantikan interaksi nyata.”

“Tren tersebut sudah berakhir sekarang dan telah berlangsung cukup lama,” kata AppFigures.

Di sisi lain, Google Meet mengalami peningkatan. Meski begitu, AppFigures mengakui ada perbandingan tak adil lantaran GMeet sudah diinstal lebih dulu di beberapa ponsel Android.

Kronologi persaingan

Analis menyebut jumlah unduhan Zoom sempat unggul sangat jauh dari Google Meet pada 2022.

Tren kemudian mengarah ke arah yang berlawanan. Unduhan mingguan Zoom turun sekitar 20 persen pada musim panas 2022, sementara Meet meningkat. Pada Desember 2022, perbedaannya kurang dari 3 kali lipat.

Google Meet terus berkembang makin masif pada 2023. Permintaan GMeet meningkat tajam pada Januari, hampir mendekati permintaan Zoom. Unduhan keduanya mencapai jutaan.

“Unduhan Meet berfluktuasi hampir sepanjang tahun [2023], namun berada di kisaran tersebut, dan kini selisih keduanya hanya sebesar 1,2 kali [lipat].”

“Ya! Zoom kehilangan keunggulan 6 kali lipatnya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.”

Analis AppFigures menyebut salah satu hal yang berkontribusi negatif pada Zoom adalah permintaan update atau pembaruan yang terus-menerus, “yang sepertinya selalu terjadi ketika saya sudah terlambat menghadiri rapat.”

Selain itu, ada masalah ukuran app yang besar.

Untuk lebih lengkapnya, berikut perbandingan data unduhan antara Zoom dan Google periode Januari 2022 hingga Juli 2023 menurut AppFigures:

1. Januari 2022: Google Meet lebih dari 350 ribu dan Zoom 1,7 juta.

2. April 2022: Google Meet 350 ribu dan Zoom sekitar 1,3 juta.

3. Juli 2022: Google Meet sekitar 370 ribu dan Zoom 900 ribu.

4. Oktober 2022: Google Meet 400 ribu dan Zoom 1,1 juta.

5. Januari 2023: Google Meet sekitar 1 juta dan Zoom 1,1 juta.

6. April 2023: Google Meet sekitar 900 ribu dan Zoom hampir sama 900 ribu.

7. Juli 2023: Google Meet sekitar 700 ribu dan Zoom sekitar 1 juta.

[Gambas:Video CNN]

(rfi/arh)




Sumber: www.cnnindonesia.com