Kesimpulan Analisis Medsos 3 Lembaga: Gibran Negatif, Mahfud Berkelas

Tiga lembaga analis medsos mengungkap hasil seragam soal sentimen pada debat cawapres, yang intinya Gibran Rakabuming cenderung negatif.

Jakarta, CNN Indonesia

Hasil riset media sosial dari tiga lembaga analis sepakat bahwa cawapres Gibran Rakabuming cenderung negatif, dengan cawapres Mahfud MD lebih positif.

Hal itu terungkap dari kajian lembaga Drone Emprit, Continuum The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), dan Indonesia Indicator terhadap suara-suara netizen terkait debat cawapres, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1).

Salah satu momen dalam debat yang jadi pusat cibiran netizen adalah ketika Gibran menunjukkan gestur celingak-celinguk mencari sesuatu ala Sun Go Kong saat menanggapi pernyataan Mahfud soal greenflation.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya nyari jawaban Pak Mahfud. Saya nyari-nyari di mana ini jawabannya. Saya tanya masalah inflasi hijau kok malah jawab ekonomi hijau,” kata Gibran.

Mahfud ogah menjawab karena menganggap Gibran hanya memberi pertanyaan menjebak dan receh.

“Sepertinya Prof. Mahfud agar ngambek kalau diberikan pertanyaan agak sulit dikomentari pertanyaan receh. Kalau receh ya dijawab,” balas Gibran.

Mengomentari momen itu, Mahfud MD, di acara ‘Tabrak, Prof’ di Semarang, Selasa (23/1) malam, menyebut kelakuan Gibran tersebut memang didesain.

“Mas Gibran itu dilatih agar gini biar mempermalukan saya, padahal yang dilihatkan Mas Gibran itu enggak ada isinya sehingga saya katakan ini pertanyaan receh,” kata dia.

Berikut rincian hasil studi medsos lembaga-lembaga:

Drone emprit

Lembaga analisis medsos yang didirikan Ismail Fahmi ini membagi analisisnya berdasarkan platform, yakni Twitter dan TikTok.

a. TikTok

Analisis terhadap platform video pendek milik Bytedance dari China ini dilakukan pada periode 16-22 Januari atau H-5 hingga H+1 debat cawapres kedua, Minggu (21/1).

Hasilnya, Drone Emprit mendeteksi paslon Prabowo-Gibran mendominasi interaksi di TikTok dengan sentimennya positif, beda banget dengan Twitter. 

Interaksi (Interaction) sendiri merupakan gabungan dari jumlah unggahan (post), menyukai (like), komentar (comment), bagi (share), dan lihat (view).

“Kelompok Prabowo-Gibran mendominasi dalam hal total interaksi di TikTok, yang mencerminkan keterlibatan pengguna yang sangat tinggi dengan konten mereka,” demikian ungkap Ismail Fahmi di Twitter, Senin (22/1).

Analisis Drone Emprit mengungkap fenomena Prabowo-Gibran di TikTok ini terkait dengan konten yang lebih menarik.

“Prabowo-Gibran memiliki kehadiran atau kampanye yang sangat efektif di TikTok selama waktu tersebut, menarik lebih banyak perhatian dan interaksi dibandingkan dengan dua kelompok lainnya,” menurut keterangan tersebut.

“Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk konten yang lebih menarik atau resonansi yang lebih besar dengan audiens TikTok.”

Untuk lebih lengkapnya, berikut rincian interaksi di TikTok:

+ Anies-Cak Imin (30 persen): unggahan 793, Likes 14.531.826, comments 1.125.804, shares 407.267, total views 225.650.503, total keterlibatan keseluruhan 241.716.193.

+ Prabowo-Gibran (47 persen): posts 500, likes 22,755.605, comments 1.164.397, shares 445.117, total views 351.692.446, total keterlibatan keseluruhan 376.058.065.

+ Ganjar-Mahfud MD (24 persen): posts 353, likes 7.515.438, comments 695.485, shares 194.554, total views 182.545.690, total keterlibatan keseluruhan 190.951.520.

b. Twitter

Analisis di Twitter dilakukan pada periode data 21 Januari 2024 (19.00–22.00 WIB) atau selama debat kedua cawapres berlangsung.

+ Cak Imin: Mention 53.579, sentimen percakapan 80 persen mengarah positif, 6 persen negatif, 14 persen netral.

+ Gibran: Mentions 64.359, sentimen percakapan 33 persen positif, 60 persen negatif, dan 7 persen netral.

+ Mahfud: Mentions 29.699, sentimen percakapan 79 persen positif, 12 persen negatif, dan 9 persen netral.

“Meskipun Muhamin Iskandar dan Gibran Rakabuming memiliki volume percakapan yang hampir sama, sentimen mereka berbeda secara signifikan, dengan Muhamin mendapatkan pandangan yang sangat positif dan Gibran mendapatkan pandangan yang mayoritas negatif,” simpul Drone Emprit.

“Mahfud MD, meskipun memiliki volume percakapan yang lebih rendah, memiliki pandangan yang mayoritas positif yang menunjukkan kualitas daripada kuantitas dalam hal sentimen online.”

“Ini menunjukkan pentingnya tidak hanya jumlah penyebutan tetapi juga kualitas percakapan yang terjadi di media sosial,” menurut keterangan tersebut.

Kajian INDEF dan Indonesia Indicator di halaman berikutnya…




Sumber: www.cnnindonesia.com