Kenapa Kuda Pakai Sepatu?

Kenapa kuda diberikan sepatu? Apa jadinya jika hewan tunggangan manusia itu tanpa alas kaki besi? Simak penuturan pakar berikut.

Jakarta, CNN Indonesia

Kuda sudah menjadi salah satu tunggangan andalan sepanjang sejarah manusia. Terlepas dari posisinya yang digusur mobil di era modern, salah satu yang langgeng darinya sepanjang masa adalah sepatu besi alias ladam.

Sepatu kuda kerap dipakai baik itu kuda yang ditunggangi individu maupun dengan kereta kuda. Itu membuat hentakkan kakinya saat berjalan menghasilkan suara ketukan yang khas.

Dokter Hewan sekaligus agen penyuluhan kuda dari Universitas Kentucky, Amerika Serikat, Fernanda Camargo mengatakan bagian bawah kaki kuda merupakan lapisan yang halus yang membutuhkan perlindungan.

Terlebih, kuda kerap menempuh perjalanan yang terbilang jauh per harinya. Dengan demikian dibutuhkan perlindungan untuk mencegah kuku kuda mengalami pengikisan.

“[Sepatu] itu mencegah kuku terlalu aus, yang membuatnya menjadi sensitif,” kata Camargo dikutip dari LiveScience.

Terlebih, kuda kerap melalui medan jalanan yang kasar seperti pasir dan bebatuan. Jika dipaksakan tanpa tapal, kuda bisa merasakan sakit pada bagian kaki yang membuatnya enggan berjalan.

Secara historis, kata Camargo, gangguan sakit pada kaki kuda mengganggu aktivitas penunggang kuda. Terlebih, kuda zaman dahulu digunakan sebagai sarana berperang atau panen.

Dengan demikian kuda diberikan sepatu yang terbuat dari pelat agar memperkuat dinding kuku.

Apakah memaku kaki bikin kuda sakit?

Camargo menjelaskan tidak ada pembuluh darah atau saraf di dinding kuku kuda. Menurutnya, bagian luar kuku hewan ini terbuat dari bahan lunak seperti tanduk yang terus tumbuh dan harus dipotong seperti kuku manusia.

“Sepatu juga membantu kaki mempertahankan bentuk yang tepat,” lanjut Camargo, “Tapi sepatu yang tidak tepat bisa sangat menyakitkan kuda.”

Dikutip dari Tree Hugger, penempatan sepatu atau paku pada posisi yang salah atau pemberian tekanan di area yang salah dapat melukai kuda. Hal yang sama terjadi jika pemotongan kuku dilakukan dengan buruk.

Bisa tanpa sepatu?

Kuda diperkirakan sudah mengenakan sepatu sejak mereka dijinakkan sekitar 6 ribu tahun silam.

Mulanya tapal kuda tidak didesain dari lempengan besi maupun baja. Tapal kuda generasi awal menggunakan bahan kulit maupun tumbuhan.

Sepatu logam yang dipaku di kaki kuda pertama kali digunakan kuda sekitar tahun 500 masehi, dan menjadi populer digunakan selama 500 tahun berikutnya.

Sementara sepatu aluminium dan baja yang dipaku ke kuku kuda masih paling umum digunakan saat ini. Berbagai pilihan bahan seperti karet, resin, dan plastik juga bisa jadi opsi untuk dipaku dan dieratkan ke kuku sebagai sepatu.

Kendati banyak kuda yang membutuhkan sepatu sebagai perlindungan kaki, bobot yang ditunggangi pun menjadi pertimbangan dalam memilih jenis bahan sepatu kuda.

Kuda yang digunakan dalam medan berbatu atau beton contohnya, lebih cenderung membutuhkan sepatu berbahan yang kuat.

Camargo menyebut “banyak kuda yang hanya ditunggangi dari sini ke sana, dan dipelihara di medan berumput atau tidak keras akan baik-baik saja tanpa sepatu, dengan kunjungan rutin perawatan hewan”.

Sementara itu, kuda liar dapat menjaga kukunya dalam kondisi baik karena gerakan terus-menerus melintasi berbagai permukaan yang sifatnya abrasif alias mengikis.

Senada, kuda mustang liar tidak memakai sepatu dan berhasil melewati medan yang berat karena memiliki kaki yang sangat kuat. Namun, kuku mereka masih bisa aus dan menyebabkan pincang yang membahayakan nyawanya.

(can/arh)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com