Kemenangan Epic, Google Tumbang di Sidang Antimonopoli

Epic Games, pembuat gim


Jakarta, CNN Indonesia

Epic Games, pembuat gim ‘Fortnite‘ menang di pengadilan melawan Google terkait gugatan antimonopoli. Google sebelumnya dituduh melakukan monopoli ilegal di Google Play Store.

Dewan Juri Federal menemukan bahwa praktik toko aplikasi Google melanggar undang-undang antimonopoli Amerika Serikat. Mereka juga memutuskan Google telah secara ilegal melakukan monopoli dalam cara mereka mendistribusikan aplikasi Android dan mengenakan biaya untuk aplikasi tersebut.

Epic dan Google telah bersitegang di persidangan federa; selama berminggu-minggu yang diawasi secara ketat mengenai segala hal, mulai dari biaya yang dikenakan Google untuk pembelian dalam aplikasi hingga persyaratan kontrak Google yang membatasi toko aplikasi pesaing dari perangkat Android.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenangan atas Google!” kata CEO Epic Games Tim Sweeney dalam sebuah postingan di X, mengutip CNN.

Setelah 4 minggu memberikan kesaksian rinci di pengadilan, juri California memutuskan bahwa monopoli Google Play tidak berlaku dalam semua hal,” tambahnya.

Menanggapi putusan tersebut, Google mengatakan akan mengajukan banding keputusan penting yang dapat menyebabkan perubahan besar pada bisnis toko aplikasi perusahaan.

Berdasarkan hasil keputusan itu, kasus ini diperkirakan akan mulai bergilir pada tahun baru mengenai toko aplikasi milik Google dan dapat berupaya mengubah cara Google mengumpulkan biaya dari pengembang.

Tak hanya dengan Google, sebelumnya sudah bergulir gugatan yang sama kepada Apple dan App Store-nya.

Tantangan Epic terhadap operator toko aplikasi menyusul kritik bertahun-tahun dari pengembang aplikasi bahwa Apple dan Google memberlakukan persyaratan yang terlalu ketat dan biaya selangit untuk dapat muncul di toko aplikasi mereka.

Epic telah mengakui dalam kedua kasus tersebut bahwa mereka meluncurkan kampanye yang disengaja, yang dikenal sebagai Project Liberty, untuk melanggar ketentuan pengembang perusahaan khususnya untuk memaksakan pertikaian hukum dengan merekomendasikan pada tahun 2020 agar pemain Fortnite membeli mata uang dalam game dari situs web Epic, bukan melalui iOS atau aplikasi Google Play.

Dorongan tersebut menyebabkan Apple dan Google menghapus Fortnite dari toko aplikasi masing-masing dengan alasan pelanggaran kebijakan toko aplikas dan memicu perselisihan hukum.

Anggota parlemen Amerika Serikat telah mengusulkan undang-undang untuk mengatasi beberapa kritik yang diajukan oleh pengembang aplikasi, namun gagal untuk mencapai kemajuan di tengah derasnya kritik dari Apple dan Google.

Putusan pada hari Senin ini mungkin merupakan bagian dari perubahan yang lebih luas dalam ekonomi internet, jelas Anil Dash, seorang pengusaha dan komentator teknologi sejak lama.

“Toko aplikasi mulai terbuka, dinding antar platform media sosial runtuh karena jaringan lama gagal, serbuan AI membuat mesin pencari menjadi lebih buruk, dan web terbuka menjadi lebih kuat dari sebelumnya,” tulis Dash dalam sebuah unggahan di Thread.

“Kita akan melihat perombakan kekuasaan internet terbesar dalam 20 tahun terakhir. Sebagian besar pengguna belum pernah melihat perubahan seperti ini.” tambahnya.

(rfi/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com