Jangkauan Layanan FMC XL Axiata Naik Jadi 86 Wilayah

Jumlah pengguna XL Axiata tembus 58 juta pelanggan, sementara pengguna Indosat saat ini tercatat 100 juta pelanggan.


Jakarta, CNN Indonesia

XL Axiata mengungkap ada perluasan penetrasi program fixed mobile convergence (FMC) alias penggabungan layanan jaringan tetap dan seluler miliknya.

Head of External Communication XL Axiata Henry Wijayanto mengatakan bahwa jaringan FMC milik XL, XL SATU Fiber, kini makin meluas hingga menjangkau 86 kabupaten/kota.

“Layanan FMC–XL Satu Fiber saat ini telah tersedia di 86 kota/kabupaten di Indonesia,” kata dia, dalam peresmian XL Poin di Kaum Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan per November, penetrasi layanan XL Home dan XL SATU fiber menjangkau 75 kota/kabupaten, dengan penambahan lebih dari 12 kota/kabupaten tambahan dalam tiga bulan terakhir.

Hingga akhir September 2023 ini, tingkat penetrasi layanan FMC XL Axiata mencapai 69 persen, dengan pelanggan XL Home beralih menjadi pelanggan XL SATU, “yang berarti menunjukkan kuatnya permintaan atas produk konvergensi ini.”

Henry melanjutkan pihaknya akan terus melakukan pengembangan jaringan dengan fokus optimalisasi 4G ketimbang 5G.

“Untuk pengembangan jaringan FMC tersebut juga mempertimbangkan berbagai hal, termasuk tentunya dinamika kompetisi [dengan provider lain].”

“Kami berfokus untuk meningkatkan jaringan 4G sebagai bagian untuk meningkatkan standar jaringan internet di Indonesia,” lanjut Henry.

Dia merujuk kepada tantangan yang diberikan oleh pihak pemerintah terkait kewajiban bagi penyedia layanan internet untuk menjual jaringan tertutup dengan kecepatan minimal 100 Mbps.

Selain itu, Henry mengungkap alasan soal pemetaan jaringan 5G milik XL yang belum diterapkan secara menyeluruh di Indonesia. Menurutnya, terdapat beberapa faktor penunjang yang masih sukar untuk diimplementasikan oleh pihak XL.

“Ada beberapa hal yang di luar spektrum kami, terutama terkait infrastruktur, dan itu harus melakukan investasi yang mana itu high cost,” ungkap Henry.

“Makanya kami lebih dulu mengoptimalkan akses 4G lebih dahulu, karena kami juga harus mempertimbangkan kepentingan bisnis,” jelas Henry.

“Untuk saat ini, jaringan 5G milik XL memang masih tersedia hanya di beberapa wilayah tertentu,” imbuhnya.

Sebelumnya pada Selasa (23/1), Menteri Kominfo Budi Arie juga menyatakan bakal menerapkan kebijakan bagi seluruh penyedia fixed internet broadband untuk jaringan yang tertutup tidak diperkenankan menjual layanan internet di bawah 100 Mbps.

Ia menyinggung kecepatan internet Indonesia yang masih rendah di angka 24,9 Mbps.

Kecepatan itu di bawah Philipina, Kamboja, dan Laos, menurutnya Indonesia hanya unggul dari Myanmar dan Timor Leste di kawasan Asia Tenggara.

[Gambas:Video CNN]

(far/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com