Jadi Sejarah, Pengepul Sampel Pertama Dibangun di Mars

Batu dari Mars yang disebut Lafayette bisa membuat manusia dan babi muntah. Kenapa?

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA) akan melanjutkan misi pembuatan tabung sampel di Mars yang berada di Kawah Jezero.

Kedua lembaga antariksa itu akan membuat depot tabung sampel di Mars. Platform itu berada di Three Forks, sebuah area yang terletak di dekat dasar sungai kuno delta di Kawah Jezero.

Depot ini akan berisi sampel dari batuan yang dipilih dengan cermat di permukaan Mars. Sampel yang diharapkan dapat membantu mengungkap sejarah Kawah Jazero, dan bagaimana Mars berevolusi bahkan jika ada tanda-tanda kehidupan kuno.

Para ilmuwan percaya sampel inti dari batuan sedimen berbutir halus yang disimpan di danau miliaran tahun yang lalu itu, kemungkinan besar mengandung indikator, yang dapat mengungkap kehidupan mikroba ketika iklim Mars jauh berbeda dari saat ini.

“Belum pernah ada koleksi sampel yang dikuratori secara ilmiah dari planet lain yang dikumpulkan dan ditempatkan untuk dikembalikan ke Bumi,” kata Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi untuk sains di Markas Besar NASA di Washington, seperti dikutip situs resmi NASA.

“NASA dan ESA telah meninjau situs yang diusulkan dan sampel Mars yang akan digunakan untuk cache ini secepatnya bulan depan. Ketika tabung pertama diposisikan di permukaan, itu akan menjadi momen bersejarah dalam eksplorasi ruang angkasa,” sambungnya.

Sampel nantinya akan dikumpulkan dari koleksi yang diambil oleh misi Perseverance. Penjelajah itu nantinya akan menjadi sarana utama mengirimkan sampel yang diperoleh dari Mars.

Selanjutnya, sampel itu akan dikumpulkan di wahana peluncuran untuk dikirim ke bumi. Depot Three Forks nantinya akan berfungsi sebagai cadangan untuk menampung sampel.

“Memilih depot pertama di Mars membuat kampanye eksplorasi ini sangat nyata. Sekarang kami memiliki tempat untuk dikunjungi kembali dengan sampel yang menunggu kami di sana,” kata David Parker, direktur Eksplorasi Manusia dan Robot ESA.

Lebih lanjut David mengatakan rencana awal kampanye itu menjadi bukti keterampilan tim peneliti internasional yang mengerjakan Perseverance dan Mars Sample Return.

Depot pertama sampel Mars dapat dianggap sebagai langkah minim risiko, yang bertujuan untuk pengambilan sampel batuan Mars.

Langkah pertama misi tersebut sudah berlangsung sejak wahana penjelajah Perseverance mendarat di kawah Jezero pada 18 Februari 2021. Penjelajah itu telah berjalan sejauh 13,2 kilometer di permukaan Mars.

Dari misi tersebut, Rover yang merupakan robot penjelajah mengumpulkan 14 sampel inti batuan selama dua misi pertama. Dalam perjalanan, robot itu menjelajahi kawah bekas danau, menemukan batuan beku yang terbentuk di bawah tanah.

Belakangan diketahui batuan beku itu berasal dari magma atau aktivitas vulkanik di permukaan Mars.

Mengutip situs resmi ESA, kerjasama dengan NASA untuk membawa bebatuan Mars ke Bumi sudah berlangsung sejak 2020 hingga 2030 nanti. Diperkirakan, ada tiga peluncuran yang dibutuhkan untuk mendarat, mengumpulkan, menyimpan, menemukan dan membawa sampel itu kembali ke Bumi.

Misi yang dilakukan NASA saat ini bertujuan mengeksplorasi permukaan dan menyimpan beberapa sampel dalam sebuah tabung di area strategis untuk nantinya diterbangkan ke Bumi.

(can/lth)






Sumber: www.cnnindonesia.com