Jack Dorsey Sindir Elon yang Ingin Jadikan Twitter Sumber ‘Kebenaran’

Elon Musk berencana membangkitkan lagi Vine untuk melawan TikTok.

Jakarta, CNN Indonesia

Elon Musk, CEO baru Twitter, beradu argumen dengan pendiri Twitter Jack Dorsey perihal misi menjadikan platform itu sebagai sumber informasi terakurat.

“Twitter harus menjadi sumber informasi yang paling akurat tentang dunia. Itulah misi kami,” tulis Musk di akun @elonmusk.

Cuitan Musk itu lalu dibalas pertanyaan dari Jack Dorsey di akun @jack. “Akurat untuk siapa,” tulis Dorsey.

Menanggapi pertanyaan itu, Musk lalu membalas lagi “Seperti yang dinilai oleh orang-orang di Twitter lewat Catatan Komunitas (dulunya Birdwatch)” kata Musk.

Dorsey membalas lagi unggahan Musk. Kali ini, ia lebih menyoroti perubahan nama pada fitur Birdwatch. “Saya masih berpikir…Birdwatch adalah nama yang lebih baik dan “lebih informatif” merupakan tujuan yang lebih baik,” tulis Dorsey.

Sengit, Musk lalu membalasnya. “Birdwatch membuat saya merasa takut” kata Musk.

Catatan komunitas adalah nama Facebook paling membosankan yang pernah ada,” balas Jack.

Tidak semuanya harus memiliki ‘burung’ di namanya! Terlalu banyak kelompok burung yang saling berkelahi secara internal di Twitter. Burung-burung pemarah (angry birds),” cetus Elon.

Sejak mengakuisisi Twitter pada Jumat (28/10), Musk terus menimbulkan kontroversi. Miliarder asal Afrika Selatan itu antara lain ingin mengenakan biaya untuk akun centang biru, mem-PHK ratusan karyawan, dan mengubah sumber pendapatan Twitter.

Musk juga tak henti-hentinya bercuit soal rencananya terhadap Twitter lewan akunnya. Musk antara lain menuding boikot para aktivis menjadi dalang penurunan sumber pendapatan Twitter.

Pasalnya, karena boikot itu, sejumlah perusahaan besar mengurungkan niatnya beriklan di Twitter. “Pendapatan Twitter anjlok signifikan karena kelompok aktivis menekan para pengiklan. Meskipun, tidak ada yang berubah dengan moderasi konten dan kami telah melakukan apa yang kami bisa untuk menenangkan para aktivis,”

“Benar-benar kacau! Mereka benar-benar menghancurkan kebebasan berbicara di Amerika,” tulis Musk.

Di sisi lain, Dorsey sendiri telah angkat bicara soal PHK massal yang dilakukan Musk. Ia meminta maaf kepada para mantan karyawan Twitter sembari yakin jika mereka adalah sosok yang kuat.

“Orang-orang di Twitter dulu dan sekarang kuat dan tangguh. Mereka akan selalu menemukan jalan tidak peduli betapa sulitnya momen ini,” kicau Dorsey di Twitter, Sabtu (5/11).

“Saya sadar banyak yang marah kepada saya. Saya memiliki tanggung jawab kenapa semua orang berada dalam situasi ini: saya mengembangkan perusahaan terlalu cepat. Saya minta maaf untuk itu,” lanjutnya.

Sempat Mendukung Musk

Sebelum keluar dari Twitter, Dorsey sebetulnya ikut mendukung Musk untuk mengakuisisi perusahaan itu. Malah, Dorsey yakin kalau Musk adalah “solusi tunggal yang saya percaya” terkait Twitter.

Dokumen SMS antara dirinya dan Musk yang bocor dalam sidang gugatan Twitter memberikan beberapa bocoran tentang visi masa depan perusahaan media sosial Dorsey. Bahwa, dia pergi karena Twitter perlu menjadi platform baru, platform yang bukan perusahaan.

“Saya percaya itu pasti protokol open source, didanai oleh semacam yayasan yang tidak memiliki protokol, hanya memajukannya.Agak mirip seperti yang telah dilakukan Signal. [Platform] itu tidak bisa memiliki model iklan,” ujar Dorsey dalam pesannya kepada Musk.

Sementara itu, para karyawan pecatan Twitter mengumandangkan tagar #LoveWhereYouWorked, riff pada tagar internal #LoveWhereYouWork, untuk saling berterima kasih, mengucapkan selamat tinggal, dan berbagi berita pribadi. Seperti yang dikatakan oleh seorang mantan karyawan, tagar baru adalah “frasa pahit – bukan karena saya pergi, tetapi karena itu hilang.”

[Gambas:Video CNN]

(lth)






Sumber: www.cnnindonesia.com