IKN Bakal Jadi Kota Netral Karbon Pertama di RI

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjanjikan Nusantara sebagai kota netral karbon pertama di Indonesia.

Jakarta, CNN Indonesia

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjanjikan Nusantara sebagai kota netral karbon pertama di Indonesia.

Kepala OIKN Bambang Susantono mengatakan, janji ini ditargetkan bakal terjadi pada 2045 mendatang. Hal ini disampaikan Bambang dalam acara Digital Creative Leadership Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia pada Kamis (9/11), di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat.

“Berbagai program IKN ditargetkan menjadi kota netral karbon pertama di Indonesia,” ujar Bambang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai kota pertama di Indonesia yang bebas jejak karbon di 2045, Bambang berharap jika seluruh Indonesia dapat mengikuti dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun setelahnya.

“Kalau Indonesia targetnya di 2060 (netral karbon). IKN Nusantara diharapkan pada 2045 kita akan meraih netral karbon,” tuturnya.

Dalam implementasi target tersebut, Bambang mengungkap pembangunan IKN sebagai tekad dari Indonesia untuk mendukung tiga kampanye global yang penting, yakni menunjang pelestarian kekayaan alam di wilayah IKN, implementasi Sustainable Development Goals (SDG), hingga fokus kepada solusi untuk perubahan iklim.

Bambang menyebutkan, sebanyak 13 badan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga World Wide Fund for Nature (WWF) telah menjalin kerja sama dengan pihak IKN untuk hal tersebut.

“Dalam ketiga kampanye tersebut, IKN didukung oleh banyak lembaga internasional,” klaim Bambang.

“13 badan PBB, UNDP, UNEP, UN Women, UNICEF, UNESCO, dan seterusnya sudah berjajar di belakang kami,” sambungnya.

Selain badan internasional yang dinaungi oleh PBB, OIKN juga berjanji untuk mengatasi problem soal deforestasi yang selama ini ditujukan kepada proyek IKN.

“Dulu kita sangat dikritik untuk melakukan deforestasi, tapi justru nanti saya akan perlihatkan bahwa di IKN Nusantara yang kita lakukan adalah reforestasi, jadi penanaman kembali,” jelas Bambang.

Bambang mengaku pihak WWF telah mendekat dengan IKN untuk berpartisipasi dalam agenda penting tersebut.

Proyek itu menurut Bambang, merupakan tekad dari IKN untuk mengembalikan kejayaan flora dan fauna Kalimantan di area IKN.

“Kami bekerjasama dengan berbagai institusi, antara lain dengan WWF, World Wildlife Fund. Zaman dulu kita banyak dikritik sama WWF, sekarang jadi mitra kami di sana,” sambungnya.

(far/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com