Hiu Rhincodon Typus Jepang Mati usai Gempa

Seekor hiu paus mati di akuarium Jepang usai gempa yang membuat kualitas air di akuariumnya memburuk.


Jakarta, CNN Indonesia

Seekor hiu paus (Rhincodon typus) mati di Jepang setelah kualitas air di akuarium yang menampungnya memburuk akibat kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi dahsyat pada Tahun Baru 2024.

Melansir Asahi Shimbun, hiu jantan bernama Hachibe itu ditemukan tak bergerak di dasar akuarium sebelum tengah hari Selasa (9/1), menurut Akuarium Notojima.

Hiu paus sepanjang 4,6 meter itu terakhir terlihat berenang sekitar tengah hari pada 7 Januari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada malam 1 Januari, beberapa jam setelah gempa dengan magnitudo 7,6 melanda, staf akuarium memperhatikan bahwa ketinggian air di tangki Hachibe turun hingga setengahnya.

Mereka kemudian menyuntikkan air laut, dan ketinggian normal sekitar 6,2 meter tercapai pada malam hari tanggal 6 Januari.

Namun, pada pagi hari tanggal 4 Januari, anggota staf menemukan peralatan penyaringan di dalam tangki rusak.

Selain itu, suhu air telah turun hingga 17 derajat C, dibandingkan dengan biasanya 25 derajat C, sehingga meningkatkan ancaman terhadap ikan-ikan besar di dalamnya.

Hachibe dan pasangan wanitanya, Haku, dibawa ke Akuarium Notojima pada September 2022.

Mereka disimpan dalam tangki seberat 1.600 ton, salah satu tangki terbesar yang dipasang di akuarium di pantai Laut Jepang.

Peralatan tangki sepertinya tidak akan segera diperbaiki. Staf akuarium kini secara manual menyuntikkan air laut ke dalam tangki dan menyesuaikan kualitas dan suhu air agar Haku tetap hidup.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com