Gunung Es Monster Hanyut Imbas Perubahan Iklim

Gunung es monster A23a di Antartika terpantau hanyut di lautan. Gunung es A23a pertama kali memisahkan diri dari lapisan es Antartika pada 1986.


Jakarta, CNN Indonesia

Gunung es monster A23a di Antartika terpantau hanyut di lautan. Gunung es A23a pertama kali memisahkan diri dari lapisan es Antartika pada 1986.

Gunung es monster ini memiliki ukuran yang luar biasa. Luasnya mencapai 4.000 km persegi atau empat kali ukuran New York City dan beratnya hampir satu triliun ton, sekitar 100 juta kali lebih berat dari Menara Eiffel di Paris.

A23a yang memiliki bentuk seperti gigi sebelumnya tertanam di dasar lautan selama 30 tahun. Sekarang, ia bergerak ke utara dengan kecepatan luar biasa karena didorong oleh angin dan arus laut, mengutip Earth, Selasa (19/12).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

British Antarctic Survey (BAS) yang belum lama ini mengamati A23a, melaporkan bahwa gunung es monster ini bergerak ke utara dengan kecepatan sekitar 30 mil per hari. Hal ini berpotensi mengganggu pola makan hewan liar, seperti penguin.

“Ini tergantung pada trayeknya, tetapi ada potensi dampak terhadap satwa liar jika mendekati salah satu pulau sub-Antartika,” kata perwakilan BAS.

Berasal dari Lapisan Es Filchner Antartika pada Agustus 1986, A23a merupakan bagian terbesar yang tersisa dari gunung es yang awalnya lebih besar. Setelah hanyut beberapa ratus mil, ia terdampar di dasar laut dan tidak bergerak selama tiga dekade berikutnya.

Sebuah gunung es bisa ‘membumi’ ketika bagian dasarnya lebih dalam dari kedalaman air. Satelit CryoSat milik Badan Antariksa Eropa (ESA) mengidentifikasi bahwa bagian dasar A23a memanjang sangat dalam seperti jangkar.

Pemantauan ESA menunjukkan bahwa gunung es monster ini hanyut dan mendekati Pulau Clarence dan Pulau Gajah, dekat Semenanjung Antartika .

“A23a telah melesat dan dengan cepat menjauhi perariran Antartika,” demikian pernyataan ESA pada 1 Desember. “Seperti kebanyakan gunung es lainnya dari sektor Weddell, A23a kemungkinan besar akan berakhir di Atlantik Selatan, jalur yang dikenal sebagai jalur gunung es.”

Gunung es monster hanyut ini menandakan bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Peristiwa ini semakin menunjukkan dampak perubahan iklim kian nyata.

Gunung es berfungsi sebagai penanda penting perubahan iklim. Laju terbentuknya gunung es dapat menandakan perubahan suhu bumi dan kondisi massa es di kutub.

Dengan meningkatnya suhu global, pembentukan dan siklus hidup gunung es pun berubah. Es yang kian mencair membuat para ilmuwan khawatir.

Singkatnya, gunung es dengan ukuran raksasa bukan sekadar keajaiban alam. Mereka juga berperan penting dalam ekosistem Bumi dan bertindak sebagai indikator kesehatan planet kita.

Anne Braakmann-Folgmaan, dosen Universitas Tromso yang mempelajari mengenai Antartika mengatakan bahwa gunung es ini menipis imbas permukaan laut yang menghangat dalam beberapa waktu terakhir.

“Satelit memungkinkan kita melihat gunung es menipis karena air laut yang menghangat,” kata Anne.

“Dan dengan pengetahuan topografi dasar laut, kita tahu di mana gunung es itu akan berlabuh atau kapan gunung es itu sudah cukup menipis untuk dilepaskan kembali,” lanjut dia, mengutip BBC.




9 Bukti Pemanasan Global itu Nyata (Foto: CNN Indonesia/Agder Maulana)

(tim/dir)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com