Google Ungkap Hal yang Paling Populer Dilakukan Gen Z Pakai AI

Studi dari Populix mengungkap sekitar 55 persen generasi millenial dan Gen Z khawatir AI bakal menggantikan peran mereka di tempat kerja.


Jakarta, CNN Indonesia

Google Indonesia melakukan survei terkait kecerdasan buatan (AI) dan menemukan beberapa aktivitas Gen Z yang populer mendapat bantuan AI, mulai dari pengeditan foto dan video hingga menerjemahkan bahasa asing.

Google menemukan 35 persen Gen Z memanfaatkan AI untuk edit foto dan video via smartphone, menjadikan pekerjaan ini sebagai yang paling banyak mendapatkan bantuan AI.

Kemudian, 29 persen Gen Z menggunakan AI untuk menyelesaikan pekerjaan seperti menerjemahkan dan menyortir data. Selain itu, 22 persen Gen Z juga memaksimalkan teknologi AI pada kamera smartphone mereka untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih baik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Mereka adalah early adopter dari platform AI generatif, dimana teknologi ini sudah menjadi bagian yang penting bagi kehidupan sehari-hari mereka. Data kami menunjukkan bahwa 1 dari 5 kalangan Gen Z menggunakan AI dalam mempermudah komunikasi baik itu menyusun email atau chat response, dan 23 persen memanfaatkan AI sebagai virtual assistant untuk mempermudah keseharian mereka,” ujar Head of Android of Google Indonesia Denny Galant dalam acara Galaxy AI Media Session: Masa Depan Teknologi AI pada Perangkat Mobile di Jakarta, Kamis (14/12).

“Perilaku tersebut tak terlepas dari penetrasi teknologi AI di bidang profesional maupun kreatif,” imbuhnya.

Survei Google sendiri menyebut 43 persen Gen Z sudah memiliki awareness terhadap teknologi AI.

Dalam acara yang sama, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Verry Octavianus menyebut Samsung akan turut ambil bagian dalam tren AI lewat peluncuran Galaxy AI pada awal 2024 mendatang.

Galaxy AI yang akan dihadirkan Samsung sendiri akan berbentuk gabungan AI on device dan AI berbasis cloud.

” Galaxy AI adalah terobosan yang menggabungkan AI on device yang dikembangkan Samsung dan AI berbasis cloud yang dibangun atas kolaborasi terbuka kami bersama para pemimpin industri dengan visi yang sama untuk menghadirkan cara baru dalam mentransformasi gaya hidup masyarakat” ujarnya.

Salah satu fitur yang akan ada dalam Galaxy AI adalah live translation call yang memungkinkan pengguna untuk menelepon lawan bicara yang menuturkan bahasa berbeda.

Verry tidak terlalu membeberkan rincian terkait fitur ini, tetapi ada beberapa poin yang dia jelaskan terkait live translation di antaranya bahasa yang digunakan harus baku.

Selain itu, fitur ini hanya bisa berjalan dalam telepon berbasis seluler dan bukan data. Dengan demikian, fitur ini tak dapat digunakan pada fitur telepon di aplikasi pesan seperti WhatsApp.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com