Google Hapus Chrome di Hp Android Mulai 2024, Simak Faktanya

Terdapat sejumlah alasan kenapa Google Chrome melambat atau lemot saat digunakan. Simak penyebab Google Chrome lemot.

Jakarta, CNN Indonesia

Google bakal menghapus Chrome di Hp berbasis sistem Android lawas mulai tahun 2024. Simak fakta-faktanya.

Google Chrome merupakan peramban paling populer di dunia. Menurut data Similarweb pada Oktober 2023, Chrome mencatatakan 59,58 persen market share untuk peramban di seluruh platform, unggul jauh dari posisi kedua yang ditempati safari dengan market share 27,44 persen.

Meski kerap mendapatkan kritik tentang konsumsi memori yang boros, browser ini masih menjadi yang teratas selama bertahun-tahun.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, Google akan menghilangkan dukungan Chrome pada sejumlah pengguna yang belum meng-upgrade ponsel Android mereka selama lebih dari setengah dekade dan masih menggunakan Android 7.0 atau Android Nougat.

Dikutip dari halaman Chrome Enterprise and Education Google, yang terakhir diperbarui pada tanggal 29 November, Google menyebut Chrome 120 tidak akan diluncurkan untuk Android Nougat. Dengan demikian, Chrome 119 akan menjadi versi Google Chrome yang terakhir untuk Android Nougat.

“Versi terakhir Chrome yang mendukung Android Nougat adalah Chrome 119, dan menyertakan pesan kepada pengguna yang terdampak untuk menginformasikan agar mereka meningkatkan sistem operasi mereka,” demikian pernyataan perusahaan soal rencana Google hampus Chrome di Hp Android tahun 2024.

Google Chrome pertama kali dirilis dalam kondisi stabil pada 2008. Aplikasi ini kemudian butuh waktu empat tahun untuk dirilis di Android pertama kalinya dengan Chrome 18 di akhir 2012.

Sejak saat itu, secara konsisten Chrome menjadi peramban seluler berbasis aplikasi yang paling banyak digunakan di dunia. Hal ini juga terjadi pada perangkat iOS, di mana browser ini terus bertarung memperebutkan supremasi dengan Safari milik Apple di kandangnya sendiri.

Dikutip dari Android Police, Android Nougat dirilis pada 2016 bersamaan dengan Google Pixel pertama. Momen ini disebut seperti titik balik dalam komitmen Google untuk tidak hanya perangkat lunak tetapi juga perangkat keras. Saat itu adalah waktu yang menyenangkan di Googleverse.

Saat ini, hanya 2,6 persen pengguna Android yang menggunakan ponsel dengan Android 7.0 atau 7.1.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com