Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Wilayah Bayah Banten Kamis Malam

Skala Richter dan Magnitudo sering disebut dalam rilis BMKG ketika gempa. Apa bedanya?

Jakarta, CNN Indonesia

Gempa bumi dengan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah, Banten pada Kamis (2/2) malam WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut episenter gempa terletak pada koordinat 7.28 LS dan 106.14 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 40 km Barat Daya Bayah, Banten pada kedalaman 25 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal diduga dipicu aktivitas Sesar Cimandiri yang menerus ke laut (Samudra Hindia)” tulis Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam rilis resmi.

BMKG menambahkan, berdasarkan laporan masyarakat, gempa dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas berbeda.

“Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Bayah, Malingping, Ciracap dan Surade dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu),” tulis BMKG.

“Di Sukabumi, Cianjur, Pelabuhan Ratu, Cipanas dan Lebak dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang)” tulisnya lagi.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Hingga pukul 20:00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

(lth)






Sumber: www.cnnindonesia.com