Fenomena Langit Agustus 2023, Dua Supermoon dan 1 Micromoon Manggung

Pakar mengungkap isi Bulan yang bisa mengakhiri perdebatan berabad-abad. Simak pemaparan hasil studinya di sini.

Jakarta, CNN Indonesia

Sejumlah pergerakan benda langit akan tampak menghiasi malam bulan Agustus, mulai dari supermoon hingga Hujan Meteor Perseid.

Beberapa fenomena langit yang terjadi pada Agustus dapat dinikmati dengan mata telanjang, tetapi ada beberapa fenomena perlu dilihat dengan menggunakan alat bantu seperti teropong atau teleskop.

Syarat untuk menikmati fenomena langit tentu saja langit malam sedang cerah, tak tertutup awan tebal atau bahkan hujan.

Dikutip dari Time and Date, berikut daftar fenomena astronomi pada Agustus 2023:

Dua supermoon

Fenomena Fenomena bulan purnama super atau supermoon akan terjadi dua kali pada Agustus 2023, yakni pada 1 Agustus dan 31 Agustus.

Supermoon yang terjadi pada terjadi pada 1 Agustus dikenal sebagai Sturgeon Supermoon. Pada saat fenomena ini, Bulan akan lebih terang ketika terbit di timur saat senja, berlawanan dengan Matahari terbenam.

Pada puncaknya, supermoon akan berada pada 357.311 kilometer dari pusat Bumi, menjadikannya supermoon terbesar kedua di 2023.

Dikutip dari LiveScience, Sturgeon Supermoon disebut bakal memiliki ukuran serupa dengan bulan purnama super yang akan terjadi 30 Agustus nanti.

Supermoon kedua terjadi pada 31 Agustus. Fenomena Supermoon ini dikenal dengan nama Super Blue Moon.

Beberapa orang meyakini istilah “Blue Moon” yang berarti sesuatu langka mungkin berasal dari asap dan abu setelah letusan gunung berapi yang mengubah warna Bulan menjadi kebiruan.

Istilah “bulan biru” sudah ada setidaknya sejak 400 tahun yang lalu dari penelusuran saat ini, yang mana seorang penutur cerita rakyat berkebangsaan Kanada, Philip Hiscock, mengusulkan penyebutan “bulan biru” bermakna ada hal yang ganjil dan tidak akan pernah terjadi.

Elongasi Merkurius terbesar

Pada 9–10 Agustus 2023, belahan Bumi selatan akan menikmati pemandangan elongasi Merkurius terjauh dari Matahari.

Elongasi berarti jarak sudut antara dua benda langit, dalam hal ini Merkurius dan Matahari, ditinjau dari pengamat, yang adalah Bumi. 

Fenomena ini terjadi beberapa kali dalam setahun dan memiliki sudut yang berbeda-beda. Jarak Merkurius yang paling jauh dengan kubah langit adalah sekitar 28 derajat, dan jarak paling dekat sekitar 18 derajat.

Dikutip dari Earthsky, elongasi lebih baik atau lebih buruk tergantung pada waktu terjadinya.

Pada 2023, belahan Bumi selatan akan mengalami elongasi malam Merkurius terbaik pada Agustus 2023. Sementara, belahan Bumi utara akan mengalami penampakan Merkurius malam hari terbaiknya pada April.

Merkurius saat ini bisa mulai dilihat sejak langit senja. Anda bisa melihat ke arah matahari terbenam saat langit mulai gelap.

Hujan meteor di halaman berikutnya…


Hujan Meteor Hingga Oposisi Saturnus

BACA HALAMAN BERIKUTNYA



Sumber: www.cnnindonesia.com