Elon Musk Segera Beli, Tak Ingin Jadikan Twitter Seperti Neraka

Starlink sudah membuka peluang kerjasama untuk menyediakan akses internet di pesawat.

Jakarta, CNN Indonesia

Elon Musk segera merampungkan akuisisi Twitter pada Jumat (28/10). Miliarder asal Afrika Selatan itu menegaskan tidak ingin menjadikan platform itu seperti neraka.

“Twitter jelas tidak bisa menjadi tempat dengan pemandangan seperti neraka, di mana semua bisa dikatakan tanpa ada konsekuensinya,” tulis Musk dalam akun twitternya.

Hal tersebut dikatakan Musk dalam pesan berjudul Dear Twitter Advertisers yang tertuju kepada semua pengiklan di Twitter. Menurut Musk, asumsi orang terhadapnya soal iklan adalah salah.

“Ada banyak spekulasi tentang kenapa saya membeli Twitter dan apa yang saya pikirkan soal iklan. Kebanyakan itu salah,” tulisnya.

Melansir Engadget, Musk sebelumnya telah bertekad ingin melonggarkan aturan moderasi Twitter dan menyingkirkan sanksi permanen dalam banyak kasus. Hal tersebut kabarnya mengecewakan banyak karyawan Twitter dan pengiklan.

Dalam sebuah laporannya, Wall Street Journal mengungkapkan beberapa pengiklan telah mengancam untuk menunda iklan mereka. Hal itu akan dilakukan jika Musk menghapus sanksi permanen terhadap akun Donald Trump.

Mengutip The Verge, laporan Wall Street Journal juga melaporkan iklan telah menyediakan 89 persen pendapatan Twitter sebesar US$5 miliar tahun lalu. Namun ada sinyal Musk ingin mengalihkan sumber pendapatan Twitter karena lebih suka gaya aplikasi We-Chat yang multifungsi.

Musk sendiri bukannya tak terbuka terhadap pengiklan. Hanya saja ia ingin iklan yang muncul nantinya lebih terarah.

“Saya juga sangat percaya iklan ketika dilakukan dengan benar, bisa menyenangkan, menghibur, dan menginformasi Anda. Untuk bisa menjadi kenyataan, sangat penting untuk menunjukkan kepada pengguna Twitter, iklan yang serelevan mungkin dengan kebutuhan mereka,” tulis Musk.

“Secara fundamental, Twitter ingin menjadi platform beriklan yang paling dihormati di dunia yang memperkuat merek Anda dan menumbuhkan bisnis Anda,” tulisnya.

Lebih lanjut, Musk mengaku ingin menjadikan Twitter tempat yang terbuka bagi semua. Menurutnya, orang-orang harus bisa dapat memilih apa yang diinginkan menurut pilihan sendiri. “Seperti yang bisa Anda pilih semisal melihat film, bermain video game dari semua kalangan umur,” tulis Musk.

Tak hanya itu, Musk mengaku uang bukanlah alasan ia ingin membeli Twitter. Menurutnya, sudah banyak narasi perpecahan dan kebencian yang menyebar di media sosial.

“Ada banyak spekulasi tentang mengapa saya membeli Twitter dan apa yang saya pikirkan tentang iklan, sebagian besar salah,” klaim Musk.

“Alasan saya memperoleh Twitter adalah karena penting bagi masa depan peradaban untuk memiliki ‘alun-alun kota digital’ yang sama, di mana berbagai keyakinan dapat diperdebatkan dengan cara yang sehat tanpa memakai kekerasan,” lanjut CEOSpaceX itu.

Musk sendiri telah mendapat pinjaman dari bank senilai US$13 miliar (Rp202,3 triliun) untuk mendanai akuisisi ini. Harga akuisisi sendiri mencapai US$44 miliar sesuai harga kesepakatan awal.

[Gambas:Video CNN]

(lth)








Sumber: www.cnnindonesia.com