Elon Musk Mulai ‘Bersih-bersih’ Pecat Sejumlah Petinggi Twitter

Elon Musk kabarnya telah memecat sejumlah petinggi Twitter jelang rampungnya proses akuisisi.

Jakarta, CNN Indonesia

Elon Musk kabarnya langsung memecat CEO Twitter, Parag Agrawal dan Kepala Keuangan Twitter, Vijaya Gadde beserta beberapa para petinggi lainnya. Kabar ini muncul jelang rampungnya proses akuisisi oleh miliarder asal Afrika Selatan tersebut.

Musk menurut rencana akan merampungkan akuisisi Twitter sesuai dengan keputusan hakim pengadilan Delaware pada Jumat ini. Musk dan Twitter sepakat di harga awal yakni US$44 miliar.

Dikutip New York Times, aksi ‘bersih-bersih’ pun langsung dilakukan Musk. Ia antara lain mecat CEO Twitter, Parag Agrawal, Direktur Eksekutif, Ned Segal, Kepala Keuangan Vijaya Gadde, serta Pejabat bagian Kebijakan dan Hukum, Sean Edgett, dan penasehat umum. Demikian menurut keterangan sumber yang enggan disebutkan namanya.

Masih menurut sumber itu, paling tidak salah satu petinggi yang dipecat diantar keluar dari kantor pusat Twitter.

Musk sendiri telah tiba di kantor pusat Twitter pada Kamis (27/10) WIB. Lucunya, ia terlihat membawa westafel dengan mengenakan pakaian serba hitam.

Tak lama setelah itu, Musk mengeluarkan pesan dengan judul Dear Twitter Advertisers yang tertuju kepada semua pengiklan di Twitter. Dalam pesannya, Musk ingin Twitter tidak menjadi tempat dengan ‘pemandangan seperti neraka’.

Ia juga ingin menjadikan Twitter tempat untuk beriklan yang paling sesuai dengan para penggunanya.

“Saya juga sangat percaya iklan ketika dilakukan dengan benar, bisa menyenangkan, menghibur, dan menginformasi Anda. Untuk bisa menjadi kenyataan, sangat penting untuk menunjukkan kepada pengguna Twitter, iklan yang serelevan mungkin dengan kebutuhan mereka,” tulis Musk.

“Secara fundamental, Twitter ingin menjadi platform beriklan yang paling dihormati di dunia yang memperkuat merek Anda dan menumbuhkan bisnis Anda,” tulisnya.

Di sisi lain, melansir France 24, beberapa karyawan yang tak ingin bekerja di bawah Musk juga telah meninggalkan perusahaan. “Beberapa orang termasuk saya ingin memberikannya situasi tak pasti,” kata salah seorang karyawan.

[Gambas:Video CNN]

(lth)





Sumber: www.cnnindonesia.com