Eksekutif Teknologi Buka Suara Soal Efek Hasil Pemilu 2024

Wamenkominfo Nezar Patria mengatakan data dan AI dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya bencana.


Jakarta, CNN Indonesia

Riset iCIO Community mengungkap mayoritas bos-bos perusahaan teknologi percaya hasil Pemilu 2024 tidak akan berdampak signifikan pada visi teknologi organisasi mereka. Berikut analisisnya.

Riset bertajuk ‘Prospect and Priorities: Implications for IT Budget & Strategies in the Post-Election Era’ dilakukan sejak Desember 2023 hingga Januari 2024 secara online. Riset ini melibatkan para anggota iCIO Community yang merupakan pemimpin TI dari 50 lebih perusahaan terkemuka di Indonesia.

Mayoritas merupakan industri yang bergerak di bidang perbankan, jasa keuangan, layanan kesehatan, teknologi dan informasi, serta lainnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Lebih dari 79 persen responden, mayoritas pemimpin TI mempercayai bahwa perubahan dalam kepemimpinan politik memiliki dampak sedikit pada visi teknologi organisasi mereka,” demikian keterangan iCIO Community, Selasa (6/2).

“Bahkan, 24.5 persen dari mereka percaya bahwa pergantian pemimpin tidak memiliki pengaruh signifikan pada perkembangan teknologi organisasi mereka. Respons ini mencerminkan ketangguhan dan adaptabilitas mereka dalam mengelola strategi teknologi secara efektif,” lanjut keterangan tersebut.

Riset itu juga menunjukkan bahwa sebesar 89 persen responden memilih tetap stabil dalam anggaran TI mereka. Hanya 6,1 persen yang memilih mengurangi anggaran dan mengetatkan ikat pinggang mereka karena ketidakpastian ekonomi.

Kemudian, dalam hal strategi teknologi, beberapa responden tetap konsisten dengan rencana yang ada (26,5 persen), sementara yang lain mengantisipasi perubahan regulasi yang mungkin terjadi (46,9 persen).

“Pada persentase yang lebih kecil ada juga yang menyelaraskan strategi mereka dengan kebijakan teknologi pemerintah (8,2 persen) atau beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah-ubah (18,4 persen),” ujar iCIO Community.

Kemudian, riset itu juga mengungkap sebanyak 53,1 persen bos perusahaan teknologi telah mengalokasikan anggaran dan jumlah staf tertentu untuk kepatuhan data.

Persentase yang lebih kecil (26,5 persen) saat ini sedang dalam tahap diskusi, menunjukkan upaya berkelanjutan untuk memformalkan strategi.

Kendati begitu, sebanyak 20,4 persen responden mengelola kepatuhan data dalam tim TI tanpa anggaran khusus.

“Mengenai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP), memiliki anggaran dan jumlah staf tertentu yang dialokasikan untuk kepatuhan data adalah tanda positif dan menunjukkan sikap proaktif dari organisasi dalam mengatasi tantangan kepatuhan. Ini juga memungkinkan Pemimpin TI untuk lebih fokus pada menunjukkan komitmen terhadap persyaratan regulasi,” lanjutnya.

Prioritas teknologi dan tantangan

Riset tersebut juga mengungkap pada tahun 2024, security & privacy jadi prioritas utama para pemimpin TI, diikuti oleh data management, digital platform, generative AI, dan DevOps & Microservices.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah beralih dari budaya lama dan mengatasi hambatan dalam implementasi.

Budaya warisan, kesenjangan pengetahuan dalam tim internal, masalah implementasi, dan ketersediaan vendor lokal yang sesuai dengan kebutuhan semuanya menjadi batu sandungan dalam mewujudkan visi teknologi.

iCIO Community menilai, dalam menghadapi era transisi politik pasca-pemilu, riset ini dapat memberi pemahaman yang lebih baik tentang prioritas, tantangan, dan strategi yang dihadapi oleh para pemimpin TI.

“Keberanian, adaptabilitas, dan ketahanan menjadi kunci kesuksesan dalam menghadapi perubahan politik yang tidak pasti,” pungkasnya.

(tim/dmi)



Sumber: www.cnnindonesia.com