Dihadiri Jokowi, Apa Saja Agenda Indonesia di COP28 Dubai?

Presiden Jokowi akan menghadiri COP28 di Dubai pada 1-2 Desember dan menghadiri tiga agenda utama dalam gelaran tersebut.

Dubai, CNN Indonesia

Presiden Joko Widodo akan menghadiri gelaran Conference of Parties ke-28 (COP28) di Dubai, Uni Emirate Arab pada 1-2 Desember 2023.

Jokowi dijadwalkan menghadiri tiga agenda utama dalam rangkaian Konvensi Kerangka kerja Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/ UNFCCC) tersebut.

Pertama, World Climate Action Summit (WCAS) untuk menyampaikan national statement. Kedua, Session on Transforming Food Systems in the Face of Climate Change. Terakhir, G77 and China Leaders Summit on Climate Change.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Indonesia juga akan menggarisbawahi tentang pentingnya persiapan namun tetap positif dalam menghadapi perubahan iklim.

“National Statement Indonesia pada agenda WCAS akan mencakup posisi Indonesia terhadap Global Stocktake, inklusivitas di mana pencapaian target kolektif dan implementasi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim memerlukan keterlibatan seluruh pihak dari berbagai elemen masyarakat, dan pentingnya keseimbangan antara aksi dan pendanaan mitigasi dengan aksi dan pendanaan adaptasi, pentingnya keseimbangan peningkatan ambisi dengan pemenuhan janji dukungan pendanaan, dan “Spirit Leading by Example Indonesia,” kata Siti Nurbaya kepada wartawan di Dubai, Rabu (29/11).

Sebelumnya, Persatuan Emirat Arab (PEA) sebagai Presidensi COP 28 berkomitmen untuk memastikan agar penyelenggaraan COP 28 berjalan lancar dan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bermakna.

Hal itu sejalan dengan visi Presiden COP 28, yaitu Global Stocktake (GST) pertama atas implementasi Persetujuan Paris yang merupakan highlight dari COP28, dan diharapkan dapat menjadi titik balik yang dibutuhkan untuk akselerasi aksi iklim di dekade kritis ini.

Ia juga memaparkan COP28 di Dubai kali ini berbeda dengan COP sebelumnya karena memasukkan unsur penting inklusivitas.

“Call for action bagi semua pihak untuk memainkan peran dalam upaya global course-correcting dan meningkatkan solusi yang tercermin pada hasil perundingan serta pada COP28 Presidential Action Agenda, dan memfokuskan tindakan melalui Four Paradigm Shifts akan dilaksanakan melalui berbagai peluncuran inisiatif berbentuk deklarasi, pledge, charter, dan lainnya,” lanjut Siti.

Keempat pergeseran paradigma yang dimaksud adalah mempercepat transisi energi dan mengurangi emisi sebelum tahun 2030, mentransformasi pendanaan iklim, dengan memenuhi janji-janji lama dan menetapkan kerangka kerja untuk kesepakatan baru di bidang pendanaan, serta menempatkan alam, manusia, kehidupan dan mata pencaharian sebagai inti aksi iklim dan memobilisasi COP paling inklusif yang pernah ada.

COP28 akan berlangsung di Expo City Dubai, Dubai, UEA, pada 30 November – 12 Desember 2023 dan akan diikuti oleh sekitar 70 ribu orang dari lebih 200 negara.

(stu/stu)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com