Dennis Adhiswara Ungkap Tips Endus Foto AI, Pakar Sepakat

Aktor Dennis Adhiswara mengungkap pengalamannya dalam membedakan antara foto orang asli dan karya AI.


Jakarta, CNN Indonesia

Dennis Adhiswara, pemeran Mamet di film hits Ada Apa Dengan Cinta?, mengungkap cara membedakan foto karya kecerdasan buatan (AI) yang makin banyak seliweran di media sosial sebagai konten hoaks.

Mulanya, ia mengaku sering mendapati konten yang diduga hoaks berseliweran di akun media sosial miliknya. Dennis mengaku kerap tertarik membagikan konten tersebut karena terlihat sangat bombastis.

“Ada berita yang luar biasa spektakuler dan wah. Hampir saja saya share,” ujar Dennis, dalam sesi talk show ‘Ada Apa Dengan Digital’ yang digelar atas kolaborasi antara Transmedia dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Apa lagi sekarang banyak konten AI. Udah mirip banget [dengan foto riil manusia],” imbuhnya.

Dennis pun bertanya pada peserta talk show, yang mencapai sekitar 1.200 orang dari kalangan mahasiswa dan umum,” mau tahu caranya membedakan foto AI dan yang bukan?”

“Jadi gini, foto AI itu salah satu ciri utamanya lihat di jari-jarinya. Bisa enam, bisa empat,” lanjut dia.

Selain itu, Dennis mengungkap foto AI bisa dilihat tanda-tandanya pada rambut orang-orang pada kerumunan.

“Kalau AI, lihat yang paling belakang, itu bisa ketahuan rambutnya itu nempel dengan dahi, enggak kepisah, nge-bland jadinya,” urai dia.

“Berarti masih cukup mudah dideteksi ya sekarang foto AI,” tanya Adinia Wirasti, sesama pemeran di film AADC, yang turut hadir sebagai pembicara di ajang tersebut.

“Oh, tenang, sebentar lagi teknologi AI bakal makin canggih,” kelakar ‘Mamat’ sambil tertawa.

Apa benar ciri foto AI demikian?

Sejauh ini, gambar palsu karya AI menjadi realistis. Siapa pun dapat mengakses program AI berbasis web seperti Midjourney atau Dall-e untuk kemudian membuat gambar buatan tanpa perlu banyak keringat.

Kabar baiknya, menurut Siwei Lyu, profesor ilmu komputer dan teknik di University at Buffalo, melansir National Geographic, manusia memiliki naluri alami untuk mengendusnya.

Lyu, yang masuk dalam kelompok peneliti yang memerangi AI dengan AI, menyarankan untuk melihat tangan dan mata manusia pada karya kecerdasan buatan.

Program AI saat ini belum pandai menghasilkan tangan yang seperti aslinya. Foto-foto orang kemungkinan memiliki enam jari, jari-jari yang panjangnya sama, atau dalam pose yang aneh.

Pada Maret, foto Paus Fransiskus yang mengenakan mantel Balenciaga yang dibuat oleh AI menjadi viral. Jika Anda perhatikan lebih dekat tangannya, dia sedang memegang kopi pada bagian tutup, sebuah cara yang aneh untuk memegangnya meskipun cangkirnya kosong.

Lalu kenapa dengan mata? Manusia, kata David Matsumoto, profesor psikologi di San Francisco State University dan pakar ekspresi mikro, sangat sensitif terhadap detil karakteristik wajah.

Kita, katanya, bisa melihat orang-orang melihat bolak-balik ke mata orang lainnya untuk mendapatkan informasi. Manusia berevolusi untuk melakukan hal tersebut.

Dia mengatakan “ini adalah cara kita menentukan teman dan musuh, dan mengevaluasi keadaan emosional orang-orang yang kita temui.”

Manusia pun hampir selalu memiliki pupil berbentuk lingkaran. Namun, AI sering kali menghasilkan bayangan berbentuk aneh di tengah mata. Cahaya yang dipantulkan dari mata juga harus berada di tempat yang sama pada setiap mata, sesuatu yang sulit dihadapi oleh AI saat ini.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com