Daftar Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem Hingga Natal, Jawa Masih Panas

BMKG dan BRIN memiliki beberapa perbedaan soal potensi badai dahsyat Jabodetabek hari ini, baik dari output maupun teknis datanya. Simak penjelasannya di sini.


Jakarta, CNN Indonesia

Musim hujan yang datang berangsur mulai November di Pulau Jawa kembali mesti rehat sejenak, pemirsa. Prakiraan cuaca sepekan mengungkap potensi cuaca ekstrem sedang berpihak ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model diprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terdapat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung,” menurut Prospek Cuaca Seminggu ke Depan Periode 19–25 Desember BMKG.

“Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua,” lanjut keterangan itu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepekan sebelumnya, Jawa, termasuk kawasan Jabodetabek, cenderung cerah berawan. Hal ini mengakibatkan cuaca panas sepanjang pekan dan amat jarang hujan, jauh beda dengan pekan-pekan sebelumnya yang deras.

BMKG pun mengeluarkan peringatan dini cuaca cuaca ekstrem di wilayah-wilayah potensial hujan sepekan ke depan.

“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll).”

“Dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu ke depan,” imbuh BMKG.

Berikut daftar wilayah potensial cuaca ekstrem:

18-19 Desember

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan;

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

20-21 Desember

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Papua Barat dan Papua.

22-25 Desember

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Faktor penyebab

BMKG mengungkap sejumlah faktor signifikan yang berpengaruh pada kondisi cuaca periode ini.

Pertama, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial. Fenomena ini diprakirakan aktif di wilayah Pesisir barat Aceh-Sumbar, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Papua Barat dalam sepekan ke depan.

Kedua, gelombang atmosfer Kelvin yang aktif di wilayah Lampung, Jawa, Bali hingga sepekan ke depan.

“Ffaktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” kata BMKG.

Ketiga, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia sebelah barat Aceh, Laut Natuna, Samudera Pasifik utara Papua, Australia bagian utara.

Fenomena ini membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Laut Natuna, Laut China Selatan, Pesisir barat Sumatra dan Sumatra bagian tengah, Selat Karimata, Laut Banda dan Laut Arafuru.

Daerah konvergensi lainnya memanjang Kalimantan bagian tengah dan selatan, Sulawesi bagian tengah-selatan, dan Maluku. Daerah konfluensi terpantau di Maluku utara.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,” jelas BMKG.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com