Daftar Asteroid Potensial Picu Bencana Dahsyat Bumi, Cek Strategi NASA

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan beberapa asteroid yang berpotensi berbahaya bagi Bumi di masa depan.

Jakarta, CNN Indonesia

Sejumlah asteroid disebut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berpotensi berbahaya bagi Bumi di masa depan.

Sekitar 66 juta tahun yang lalu, Bumi dihantam asteroid berukuran besar. Tabrakan itu menimbulkan energi yang setara dengan ledakan 72 triliun ton (65 metrik ton TNT).

Dampaknya pun tidak main-main, yakni menimbulkan kawah selebar 100 mil (180 kilometer) di tempat yang sekarang menjadi Semenanjung Yucatan, Meksiko.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat yang paling terkenal dari hantaman asteroid bernama Chicxulub itu adalah, kematian dinosaurus nonavian bersama dengan sekitar tiga perempat spesies bumi dalam peristiwa yang disebut kepunahan Cretaceous-Paleogene.

Guna menghindari kejadian serupa, Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA saat ini tengah mengamati sejumlah asteroid yang berpotensi berbahaya bagi bumi di masa depan, dikutip dari LiveScience.

Berikut Daftar 5 Asteroid yang Berbahaya bagi Bumi:

1. Bennu

Asteroid Bennu ini memiliki berat mencapai 74 juta ton.

Bennu ditemukan pada September 1999 dan secara resmi diberi nama “101955 Bennu (1999 RQ36),”. Jika Bennu menabrak Bumi, insiden itu akan menghasilkan energi yang setara dengan ledakan 1,4 miliar ton TNT, yang menyebabkan kerusakan regional namun tidak berpotensi menyebabkan kehancuran global.

Akan tetapi, jika berdampak pada wilayah padat penduduk, Bennu bisa menyebabkan jutaan nyawa melayang.

Ilmuwan NASA menghitung, momen Bennu dekat dengan Bumi bisa terjadi pada 24 September 2182. Namun, terdapat 0,037 persen atau 1 dari 2.700 kemungkinan asteroid tersebut akan menghantam Bumi.

2. 29075 (1950 DA)

Asteroid 29075 atau yang memiliki nama 1950 DA berukuran 0,81 mil (1,3 kilometer), dengan berat sekitar 78 juta ton (71 metrik ton).

1950 DA ini diyakini merupakan asteroid dengan tumpukan puing-puing dengan kandungan besi-nikel yang tinggi. Kali pertama 1950 DA ditemukan pada Februari 1950 dan ditemukan kembali 50 tahun kemudian.

Jika menghantam Bumi, energi yang dihasilkan setara dengan 75 miliar ton. Energi itu cukup guna memicu bencana global yang berpotensi memusnahkan umat manusia.

Meski demikian sejauh ini 1950 DA memiliki peluang 0,0029 persen bertabrakan dengan Bumi, atau satu dalam 34.500 percobaan. Waktu yang diperkirakan adalah pada 16 Maret 2880.

3. 2023 TL4

Asteroid 2023 TL4 ini merupakan yang paling baru ditemukan, yakni pada 2023. Meski demikian asteroid ini termasuk yang berbahaya dan diwaspadai.

Dari pengamatan yang dikumpulkan pada 8-19 Oktober lalu, astronom menghitung 2023 TL4 memiliki peluang menghantam Bumi 0,00055 persen atau satu dalam 181 ribu percobaan. Dengan perkiraan waktu pada 10 Oktober 2119.

Energi yang dihasilkan dari benturan 2023 TL4 dengan Bumi adalah ledakan sekitar 7,5 miliar ton TNT. Asteroid ini memiliki ukuran 0,20 mil (0,33 kilometer) dengan berat 47 juta ton (43 juta metrik ton).

4. 2007 FT3

FT3 2007 kali pertama ditemukan pada 2007, dan sejauh ini belum lagi terlihat. Asteroid ini diklaim memiliki peluang paling kecil untuk menabrak bumi, 0,0000096 persen atau satu dalam 10 juta peluang pada 3 Maret 2030.

Ada juga probabilitas yang lebih rendah, yaitu 1,0000087 persen atau satu dalam 11,5 juta peluang menabrak Bumi pada 5 Oktober 2024.

Dengan ukuran 0,21 mil atau sekitar 0,34 kilometer dan berat 54 juta ton (49 juta metrik ton), FT3 2007 memiliki energi yang setara dengan ledakan 2,6 miliar ton TNT. Tenaga itu cukup untuk menyebabkan kerusakan regional yang besar, namun tidak memicu bencana global.

5. 1979 XB

Asteroid lain yang hilang selain 2007 FT3 adalah 1979 XB, yang belum lagi terlihat setelah 40 tahun. Tidak hanya itu, orbit 1979 XB juga kurang dipahami.

Setelah kali pertama diamati pada 11 Desember 1979, ilmuwan CNEOS memprediksi 1979 XB memiliki peluang 0,000055 persen atau satu dalam 1,8 juta untuk menabrak Bumi pada 14 Desember 2113.

Tabrakan 1979 XB dengan Bumi akan menghasilkan energi yang sama dengan ledakan 30 miliar ton TNT. Asteroid ini memiliki ukuran 0,41 mil (660 meter) dengan berat 390 juta ton (354 metrik ton TNT).

Nuklir Jadi Solusi NASA

Sementara itu dikutip dari Mirror, Insinyur Kedirgantaraan NASA Brent Barbee menjelaskan asteroid yang memiliki peluang merusak bumi akan diledakkan dengan nuklir.

Sejauh ini para peneliti tengah menyusun rencana tentang skenario menghadapi hantaman asteroid. Salah satu kesempatan terbaik yang diambil guna menghindari dampak dari hantaman itu bagi umat manusia adalah dengan senjata nuklir.

Dalam laporan tersebut disebutkan, sebuah asteroid berukuran 1,5 kilometer hanya dapat dihentikan oleh sesuatu yang sebanding dengan dampak kinetik yang sangat besar.

“Sebuah alat peledak nuklir berukuran tepat, dalam analisis kami, ditemukan mampu membelokkan asteroid berukuran 1,5 kilometer sekalipun. Namun material yang keluar dari asteroid dari titik benturan dapat memberikan perubahan momentum tambahan bagi asteroid dan mendorongnya sedikit lebih keras,” ujar Barbee kepada LiveScience.

(sry/mik)



Sumber: www.cnnindonesia.com