COP28 Resmi Sepakati Dana ‘Kerugian dan Kerusakan’ Iklim

COP28 digelar mulai hari ini, Kamis (30/11) di Dubai, Uni Emirat Arab. Apa saja yang bakal jadi sorotan dalam perhelatan ini?

Jakarta, CNN Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP28 secara resmi menyepakati dana ‘kerugian dan kerusakan’ iklim pada hari pertama gelaran konferensi iklim yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab.

“Kita telah membuat sejarah hari ini,” kata Presiden COP28, Sultan Al Jaber, Kamis (30/11).

Jaber mengatakan bahwa ini adalah “pertama kalinya sebuah keputusan diadopsi pada hari pertama COP mana pun dan kecepatan kami melakukannya juga unik, fenomenal, dan bersejarah.”


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini adalah bukti bahwa kita bisa mewujudkannya. COP28 dapat dan akan mewujudkannya,” katanya, melansir AFP.

Lalu, apa itu dana kerugian dan kerusakan?

Dana “loss and damage” merupakan kompensasi negara-negara kaya untuk kerusakan iklim. Ini akan menjadi dana untuk membantu negara-negara miskin pulih dari dampak perubahan iklim. Sebelumnya, negara-negara ini hanya menerima dana untuk mitigasi, upaya untuk beralih dari bahan bakar fosil dan adaptasi.

Ini adalah dana untuk mempersiapkan diri menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan.

Masalah kerugian dan kerusakan telah menjadi sangat kontroversial. Negara-negara kaya sebelumnya tidak ingin menyetujui dana baru karena mereka berpikir bahwa dana tersebut akan membuat mereka bertanggung jawab untuk menanggung semua kerugian ekonomi akibat perubahan iklim.

Para pemimpin dunia juga didesak untuk bergerak lebih cepat menuju masa depan energi bersih dan melakukan pengurangan emisi yang lebih dalam, dengan dunia berada di luar jalur untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah tingkat yang telah disepakati.

Fokus utama dari COP28 adalah inventarisasi kemajuan terbatas dunia dalam membatasi pemanasan global, yang membutuhkan tanggapan resmi pada pembicaraan ini.

Pendanaan iklim telah menjadi titik perhatian utama dalam COP, dengan negara-negara kaya yang paling bertanggung jawab atas emisi tidak memenuhi janji-janjinya untuk mendukung negara-negara rentan yang terkena dampak terburuk tetapi paling tidak bertanggung jawab atas pemanasan global.

UEA mengumumkan US$100 juta untuk dana kerugian dan kerusakan dan Uni Eropa menyusul dengan US$246 juta.

Lebih banyak lagi janji yang akan diberikan dalam beberapa hari mendatang, namun jumlah tersebut masih jauh dari angka $100 miliar yang menurut negara-negara berkembang dibutuhkan.

“Kemajuan yang telah kita capai dalam membentuk dana kerugian dan kerusakan sangat penting bagi keadilan iklim, tetapi dana yang kosong tidak dapat membantu rakyat kita,” Madeleine Diouf Sarr, ketua Kelompok 46 Negara Kurang Berkembang, memperingatkan.

Dalam pidato pembukaannya, Jaber mengatakan kepada para delegasi bahwa mereka harus “memastikan dimasukkannya peran bahan bakar fosil” dalam setiap kesepakatan iklim akhir, dan memuji perusahaan-perusahaan minyak yang hadir dalam pertemuan tersebut.

“Mereka dapat memimpin. Dan dengan memimpin, mereka akan memastikan bahwa yang lain akan mengikuti dan mengejar ketertinggalan,” ujarnya.

Namun, kepala iklim PBB Simon Stiell mengatakan pada pertemuan tersebut: “Jika kita tidak menandakan akhir dari era bahan bakar fosil seperti yang kita ketahui, kita akan menyambut akhir dari era bahan bakar fosil kita sendiri.”

[Gambas:Video CNN]

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com