Cerita Pegawai Google Kena PHK usai Kerja 19 Tahun, Menyesalkah?

Pengguna Google Calendar melaporkan adanya bug dalam aplikasi mereka.


Jakarta, CNN Indonesia

Seorang insinyur perangkat lunak Google, yang sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 19 tahun, buka-bukaan usai masuk daftar pekerja kena gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru.

Pada awal pekan lalu, raksasa teknologi tersebut mengonfirmasi mereka memangkas beberapa ratus pekerjaan di tim perangkat keras, tim inti teknik, dan Google Asistence.

Salah satu yang mengaku kena pangkas adalah Kevin Bourrillion, insinyur perangkat lunak senior di Google.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhir dari sebuah era! Setelah 19 tahun bekerja di @Google, dengan lebih dari 16 orang di tim yang saya dirikan, saya membuat keputusan sulit pagi hari kemarin untuk akhirnya menerima kenyataan dan mengetahui bahwa saya telah diberhentikan dalam semalam,” kicaunya di akun Twitter alias X, Sabtu (13/1).

Ia sadar PHK itu menyakitkan. Namun, Bourrillion mengklaim hal itu tidak masalah karena hal ini memungkinkan dia untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan mengerjakan hobinya.

Saya enggak punya rencana untuk buru-buru melakukan hal lain saat ini. Banyak hal yang harus saya lakukan: gowes, membaca, memulai kembali pelajaran drum, jalan-jalan, waktu bersama keluarga, dll,” kicaunya.

Walau dipecat, Bourrillion pun mengakui perjalanannya selama hampir dua dekade di Google sebagai “berkah.”

Saya melihat 19 tahun saya di sana (Google) dan orang-orang yang bekerja dengan saya serta hal-hal yang harus saya lakukan sebagai sebuah berkah yang sangat besar.”

Tak perlu ada ekspresi simpati dalam kasus saya! Dan dengan ini, ‘Saya akan pergi mencari cara untuk benar-benar menjalani hidup,” cetusnya.

Raksasa teknologi ini sudah melakukan sejumlah gelombang PHK terutama sejak pandemi. Proses ini masih berlanjut kini.

Melansir The Verge, Google mengonfirmasi memangkas “beberapa ratus” peran di masing-masing divisi, termasuk tim Perangkat Keras Google yang bertanggung jawab atas produk Pixel, Nest, dan Fitbit, serta tim teknik inti Google dan Google Asistence.

Ini berarti Google membenarkan PHK sekitar seribu karyawan pada Rabu pekan lalu saja.

Saat ditanya apakah angka itu sudah masuk jumlah total PHK pada gelombang kali ini, juru bicara Google Courtenay Mencini berhenti menjawab pada saat itu.

“Sejumlah tim kami melakukan perubahan agar menjadi lebih efisien dan bekerja lebih baik,” ujarnya, dan bahwa, “beberapa tim terus melakukan perubahan, melakukan perubahan organisasi semacam ini, yang mencakup beberapa penghapusan peran secara global.”

Perusahaan induk Google, Alphabet, mempekerjakan 182.381 karyawan per 30 September 2023. PHK terhadap seribu pekerja berarti sekitar 0,5 persen dari total jumlah karyawan perusahaan.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com