Bukan Sekadar Selfie, NFT Punya Dampak Positif untuk Seniman?

NFT disebut bisa memberi efek yang cukup luar biasa terhadap karya-karya para seniman, terutama pelukis.

Jakarta, CNN Indonesia

CEO Indico Andi Kristianto mengatakan Non-Fungible Token (NFT) bukan hanya soal swafoto atau selfie. Lebih dari itu, NFT bisa memberi efek yang cukup luar biasa terhadap karya-karya para seniman, terutama pelukis.

Para seniman bisa mendapat penghargaan yang sesuai. Salah satunya berkaitan dengan royalti yang bisa didapat sesuai dengan kesepakatan di awal antara kedua pihak, yakni pihak dari marketplace NFT dan seniman yang memajang karyanya.

“Begitu misal lukisannya dipindah tangan tapi ada signature dari NFT, si artis bisa tetap dapat royalti dan penghargaan sesuai dengan yang disepakati di awal,” kata Andi saat berbicara di acara Digital Creative Leadership Forum yang diselenggarakan CNN Indonesia di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (9/11).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NFT bisa dibilang cukup berjasa dalam membangun nilai ekonomi sebuah karya. NFT memiliki model bisnis yang memahami pelanggan, baik itu user atau pemilik karya atau konsumen yang membeli karya-karya di NFT.

Jadi pada dasarnya NFT bukan hanya soal menjual selfie hingga dapat miliaran. Kenyataannya, NFT juga jadi tempat para seniman menjajakan dan memasarkan lukisan dan karya-karya mereka.

Hal yang harus dilakukan untuk mengikuti arus di NFT adalah selalu berpikir kreatif. Terinspirasi dari orang lain memang tidak masalah, tapi menunjukan karya-karya hasil kreatifitas sendiri akan sangat bagus.

Sebab, NFT memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas produk hingga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

“Mampu membuat nilai ekonomi dan itu namanya produk market fit. Istilahnya bisa menawarkan solusi kreatif menawarkan vitamin hingga segala sesuatu di NFT memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Tren NFT mulai berkembang pesat sejak beberapa tahun terakhir. Namun begitu, tren ini tak luput dari pro dan kontra.

Co-founder Microsoft,Bill Gates misalnya sempat mengaku ogah berinvestasi di kripto dan NFT. Gates mengatakan investasi di kripto dan NFT hanya berdasar kepada teori kebodohan.

Maksudnya, seseorang bisa menghasilkan uang dari sesuatu yang tak berharga selama ada orang yang membelinya dengan harga lebih tinggi.

“Saya terbiasa dengan aset seperti perkebunan di mana mereka punya hasil, atau seperti perusahaan yang memiliki produk,” kata Gates.

Gates mengatakan hal itu dalam konferensi yang diadakan TechCrunch. Selain ogah berinvestasi ke kripto dan NFT, Gates juga mencemooh NFT populer Bored Apes.

(tst/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com