BRIN dan BMKG Beda Suara Soal Sesar Cugenang Sumber Gempa Cianjur

Jabar memiliki setidaknya enam sesar aktif yang menyimpan potensi dan pernah memicu gempa di masa lalu. Cek daftar lengkapnya.

Cianjur, CNN Indonesia

Dua lembaga pemerintah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), belum satu suara soal Sesar Cugenang, sumber gempa di Cianjur. Simak sebabnya.

Sesar Cugenang disebut oleh BMKG sebagai sumber gempa Magnitudo (M) 5,6 yang menimbulkan kerusakan besar di Cianjur, Jawa Barat, November 2022.

Sesar atau patahan itu belum terdeteksi sebelumnya. Sebelumnya, BMKG merujuk pada Sesar Cimandiri sebagai pemicu gempa tersebut. Namun, jalur kerusakannya tak sejalan dengan patahannya.

“Sesar Cugenang dari korespondensi BMKG, kementerian dan lembaga terkait juga sudah disampaikan tapi kita belum confirmed satu suara,” kata Peneliti di Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN Bambang Sugiarto, di Cianjur, Kamis (27/7).

Apa sebab belum satu suara?

Belum ada temuan

BRIN mendasarkannya pada pemantauan lapangan ke lima titik di empat desa di Cugenang, Cianjur, selama empat hari pekan ini.

Tim peneliti pun melakukan pemetaan dugaan jalur sesar menggunakan dua perangkat deteksi, Geolistrik Multichanel Resistivity dan Ground Penetrating Radar, hingga kedalaman 50 meter.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya belum menemukan indikasi sesar aktif.

“Belum ditemukan [lokasi patahan]. Karena disebut ditemukan itu kalau data parameter sesar aktifnya sudah jelas, panjangnya di mana, titik koordinatnya di mana, lewati area mana, miringnya ke mana, kedalamannya berapa, itu yang sedang kita lakukan penelitian,” katanya.

Ia pun menyebut “masih belum jelas, sesar atau patahan atau sumber gempa bumi yang menyebabkan gempa bumi Cianjur ini.” 

Menurutnya, Sesar Cugenang hingga kini belum ditemukan lantaran tidak ada data komprehensif dari patahan itu.

“Kita harus dapat persis posisi patahannya di mana, dalamnya berapa, panjangnya berapa, serta daerah mana yang harus diwaspadai akan dilewati patahan tersebut,” tuturnya.

Beda gerakan sesar

Bambang juga menyebut ada perbedaan gerakan sesar menurut analisis BMKG dengan hasil yang mestinya didapat.

Berdasarkan analisis seismologi BMKG, kata Bambang, gerakan Sesar Cugenang cenderung naik. Menurutnya, dengan kriteria sesar naik itu, energi yang dilepaskan menjadi gempa hanya sedikit.

Sementara, gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat ini terjadi berangsur-angsur alias banyak gempa susulan, sehingga ia menduga gerakan Sesar Cugenang cenderung mendatar.

“Sesarnya naik atau sesar normal turun itu pelepasan energi nya akan terjadi seketika patah. Tapi kalau sifatnya sesar mendatar, energi yang dilepaskan juga berangsur angsur,” tuturnya.

Penjelasan BMKG di halaman berikutnya…


Hasil Pemetaan BMKG

BACA HALAMAN BERIKUTNYA



Sumber: www.cnnindonesia.com