Bogor Mulai Diguyur Hujan Deras, BMKG Beberkan Penyebabnya

Kenapa hujan fase awal memunculkan aroma unik petrichor? Akibat interaksi air dengan mikroba di tanah ataukah reaksi dengan mineral tertentu?

Jakarta, CNN Indonesia

Sejumlah kawasan di wilayah Bogor, Tangerang, dan Depok mulai diguyur hujan deras pada Jumat (6/10) sore.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, hujan dengan intensitas sedang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor sekitar pukul 16.30 WIB dengan durasi sekitar 15 menit.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan hujan di kawasan Bogor Raya disebabkan oleh awan hujan orografis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bogor sudah hujan, sebagian besar karena adanya awan hujan orografis,” kata Guswanto kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/10).

Guswanto memaparkan hujan orografis adalah hujan yang terjadi di daerah pegunungan akibat udara yang mengandung uap air bergerak naik ke atas pegunungan, sehingga terjadi penurunan suhu dan terkondensasi hingga akhirnya turun hujan di lereng gunung.

Menurut Guswanto, saat ini angin berasal dari tenggara menuju barat laut, sehingga hujan muncul di arah tenggara atau yang berhadapan seperti di lereng gunung Pangrango dan Halimun, wilayah Citayam dan Cibinong.

Meski begitu, hujan tersebut tak berpotensi menguat sehingga tidak akan merembet ke wilayah Jakarta.

Potensi hujan di wilayah ibu kota sendiri diprediksi terjadi di bulan November akibat embusan angin timur.

“Di bulan November angin itu berbalik, dari utara menuju ke timur-selatan. Maka hujannya di Jakarta nanti di November,” tutur Guswanto.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdani mengatakan hujan di wilayah Bogor disebabkan oleh aktivitas konveksi lokal di Kota Hujan.

“Ditandai dengan penerimaan radiasi matahari yang intens pada pagi hingga menjelang siang hari dan peningkatan kelembaban udara memicu pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah tersebut pada siang hingga sore hari,” ujar Andri.

“Mekanisme pembentukan awan seperti ini masih dapat terjadi terutama di wilayah selatan Jabodetabek,” tambahnya.

BMKG sendiri sudah memprediksi bahwa hujan akan turun mulai Jumat di sejumlah wilayah Jabodetabek hingga setidaknya sepekan ke depan.

Dalam unggahan di Instagram, BMKG menyampaikan prediksi akumulasi curah hujan selama 24 jam bakal dimulai sejak 6 sampai 12 Oktober 2023.

(blq/wiw)


[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com