BMKG Buka Alasan 2 Gempa Kuat Bisa Guncang Papua Sore ini

Gempa bumi terjadi di Sukabumi pada Kamis (8/12) pagi WIB. Gempa itu terjadi di dalam zona Benioff. Apa itu?

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pemicu dua gempa tektonik berkekuatan di atas Magnitudo 6 yang mengguncang Pulau Papua, hari ini.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkap dua gempa itu masing-masing punya moment magnitudo (Mw) 6,7 dan 6,9 di Tenggara Madang, Papua Nugini, Sabtu (7/10) pukul 15.34.29 WIB dan pukul 15.40.16 WIB. Intensitasnya mencapai VII MMI.

Moment magnitude merupakan salah satu skala magnitudo yang menggambarkan besarnya energi yang dilepaskan selama gempa bumi mulai dari awal gempa bergerak hingga berhenti.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daryono menyebut gempa ini terjadi akibat perubahan bentuk dan ukuran (deformasi) batuan di daerah Papua Nugini.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan pada slab lempeng pada New Britain Trench, pada batas Lempeng Woodlark Plate dan South Bismark Plate,” paparanya, dalam keterangan tertulis dikutip dari Antara, Sabtu (7/10).

Ia menyebut, berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini “memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).”

Kedua gempa ini punya pusat yang hanya terpaut 19 Km. Episenter (permukaan Bumi yang tepat ada di atas pusat gempa) gempa pertama terletak pada koordinat 5,64° Lintang Selatan, 146,10° Bujur Timur pada kedalaman 68 km.

Episenter gempa kedua ada di 5,48° Lintang Selatan, 146,16° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 355 Km arah Tenggara Wewak, Papua Nugini, pada kedalaman 102 km.

“Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) menunjukkan bahwa, gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Madang, Papua Nugini dengan skala intensitas mencapai VII MMI,” lanjut Daryono.

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) VII berarti setiap orang keluar rumah, kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sementara, bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, dengan gempa yang dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.

Hingga pukul 16.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M 6,0, ujar Daryono.

[Gambas:Video CNN]

(Antara/arh)




Sumber: www.cnnindonesia.com