Bisakah Erupsi Gunung Berapi Picu Letusan Gunung Lainnya?

Sejumlah gunung berapi di Indonesia erupsi dalam waktu berdekatan pada awal tahun 2024. Fenomena apa ini?


Jakarta, CNN Indonesia

Sejumlah gunung berapi di wilayah Indonesia mengalami erupsi pada awal tahun 2024. Setidaknya, ada enam gunung berapi yang erupsi sejak awal tahun ini.

Berdasarkan catatan Magma Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ada enam gunung berapi aktif yang mengalami erupsi sejak awal tahun 2024, yakni Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores, Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Gunung Dukono di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Marapi di Sumatera Barat, dan Gunung Ili Lewotolok di Lembata.

Aktivitas gunung berapi yang serentak itu kemudian menjadi pertanyaan, apakah bisa erupsi satu gunung berapi memicu letusan gunung lainnya?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

United States Geological Survey (USGS) mengungkap belum ada bukti pasti erupsi di satu gunung berapi dapat memicu letusan di gunung berapi yang jaraknya ratusan kilometer atau di benua lain.

Terdapat beberapa contoh sejarah letusan dari gunung berapi yang terletak dalam jarak sekitar 10 kilometer satu sama lain, namun sulit untuk menentukan apakah satu letusan dapat menyebabkan letusan lainnya. Gunung berapi yang memiliki reservoir magma yang sama terkadang dapat memicu keresahan satu sama lain.

Salah satu contoh kasusnya adalah letusan gunung berapi Novarupta di Alaska pada tahun 1912 (letusan terbesar abad ke-20) dipicu oleh magma yang berasal dari reservoir magma di bawah Gunung Katmai, yang berjarak 10 kilometer.

Gunung Katmai tidak meletus, namun setelah letusan Novarupta, Gunung Katmai runtuh ke dalam ruang magma kosong di bawahnya.

Beberapa gunung dianggap sebagai bagian dari kompleks gunung berapi yang lebih besar. Dalam sejumlah kasus, satu letusan tidak benar-benar memicu letusan di dekatnya, namun magma yang bergerak menemukan jalannya ke permukaan di beberapa lokasi.

Misalnya, kerucut Tavurvur dan Vulcan adalah lubang di dalam Kaldera Rabaul di Papua Nugini yang meletus pada waktu yang hampir bersamaan pada tahun 1994.

Namun, tidak semua gunung berapi di dekatnya menunjukkan perilaku ini. Seperti halnya, gunung berapi Kilauea di Hawaii terletak di sisi gunung berapi Mauna Loa, sehingga jarak keduanya hanya 33 kilometer, namun kedua gunung berapi tersebut memiliki reservoir magma yang sangat berbeda.

Meskipun letaknya dekat, letusan di salah satu gunung tampaknya tidak memicu letusan di gunung lainnya.

Kebetulan

Mengapa erupsi sejumlah gunung berapi itu bisa bersamaan?

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan sebetulnya tidak ada keterkaitan antara erupsi satu gunung dan lainnya. Menurut dia erupsi yang terjadi secara bersamaan itu hanya kebetulan.

“Itu karena kebetulan saja bersamaan terjadinya. Contohnya sebetulnya Semeru bisa dibilang setiap tahun erupsi, sedangkan Lewotobi laki-laki setidaknya 10 tahun sekali dan tahun ini erupsi,” ujar Hendra saat dihubungi, Rabu (17/1).

“Terakhir Dukono yang erupsi tiap hari selama 10 tahun lebih. Ketika tiga gunung ini erupsi bersamaan maka seolah-olah saling berhubungan,” lanjut dia.

Hendra juga menjelaskan bahwa tidak ada fenomena yang bisa menyebabkan gunung berapi erupsi bersama-sama. Menurutnya setiap gunung berapi memiliki sistem masing-masing.

“Tidak ada, setiap gunung mempunyai sistem masing2. Sebagai contoh, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan berdekatan, 1 km an jaraknya, tapi yang satu erupsi dan satunya lagi tidak erupsi,” 

(rfi/dmi)



Sumber: www.cnnindonesia.com