Bing Sempat Anggap Australia Negeri Khayalan

Bing, mengutip teori konspirasi lawas, tak memunculkan hasil pencarian Negara Australia. Ada apa?

Jakarta, CNN Indonesia

Mesin pencari milik Microsoft, Bing, tak memunculkan hasil pencarian Negara Australia saat ditanya soal keberadaan Negeri Kanguru itu.

Hal tersebut berdasarkan hasil pencarian Bing untuk beberapa pengguna, Rabu (22/11). Saat itu, mesin pencari Microsoft itu mengutip teori konspirasi internet yang telah lama menyangkal keberadaan negara tersebut.

Beberapa pengguna asli Australia di Bluesky dan Mastodon melaporkan bahwa ketika mereka mengetik “apakah Australia ada” di Bing. Mereka pun mendapatkan jawaban tegas “Tidak” yang tertulis di kotak teks sebelum hasil tautan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bing menyangkal keberadaan Australia,” reporter teknologi Stilgherrian memposting di Bluesky pada hari Rabu (22/11), dikutip dari The Guardian.

Seorang pengguna menjawab, “Ini sejalan dengan teori konspirasi.” Yang lain bertanya, “Apakah itu berarti saya tidak perlu membayar tagihan?

Beberapa orang mendapatkan hasil yang sama, sementara yang lain menemukan Bing membenarkan Australia memang ada.

Seorang pengguna menunjukkan bahwa menjalankan pencarian reguler dan pencarian AI menunjukkan Bing Chat bertentangan dengan hasil pencarian.

Hasilnya muncul dalam pencarian Bing biasa, bukan pencarian percakapan yang telah diintegrasikan Microsoft dengan kecerdasan buatan model bahasa besarnya (LLM). Jika pencarian menggunakan AI, Microsoft mengkonfirmasi keberadaan Australia.

“Ya, Australia adalah negara yang nyata,” jawab co-pilot Bing pada hari Kamis (23/11)

“Ini adalah negara berdaulat yang terdiri dari daratan benua Australia, pulau Tasmania, dan banyak pulau-pulau kecil.”

“Namun, ada beberapa teori konspirasi yang menyatakan bahwa Australia tidak ada. Teori-teori ini menunjukkan bahwa negara tersebut diciptakan oleh pemerintah Inggris sebagai alasan untuk mengeksekusi puluhan ribu tahanan. Teori-teori ini tidak benar dan telah dibantah oleh bukti ilmiah,” mengutip hasil pencarian The Guardian.

Saat dikonfirmasi, juru bicara Microsoft mengatakan masalah ini sudah diperbaiki.

“Terima kasih telah memberitahukan hal ini kepada kami. Kami telah menyelidiki pertanyaan ini dan telah meluncurkan perbaikan untuk mengatasinya.” katanya.

Sementara, The Guardian Australia tidak dapat meniru hasil pencarian reguler Bing pada Kamis.

Salah satu hasil pencarian Bing teratas merujuk pada artikel Guardian pada 2018 yang menyebutkan bahwa konspirasi yang hanya berupa lelucon telah beredar di media sosial yang bersumber dari forum Reddit pada 2017.

Sebuah postingan yang telah dihapus dan dibagikan 20.000 kali di Facebook pada saat itu mengklaim bahwa Australia adalah “salah satu hoax terbesar yang pernah dibuat.”

Namun, konspirasi tersebut dilaporkan sudah ada sejak 2006, ketika seorang pengguna di forum Flat Earth Society dilaporkan mengklaim bahwa segala sesuatu tentang Australia dibuat-buat dan setiap orang yang mengaku sebagai orang Australia adalah “agen rahasia pemerintah.”

[Gambas:Video CNN]

(rfi/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com