BAKTI Kominfo-Atourin Dorong Digitalisasi Kampung Wisata di Ternate

BAKTI Kominfo berkolaborasi dengan Atourin dalam mendorong digitalisasi kampung wisata di Ternate untuk meningkatkan pemanfaatan infrastruktur.


Jakarta, CNN Indonesia

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Atourin, perusahaan teknologi sektor pariwisata, untuk mendorong digitalisasi 15 kampung wisata di Kota Ternate, Maluku Utara.

Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo, Bambang Noegroho, menyampaikan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur TIK BAKTI yang telah dibangun di Ternate.

“Serta mendorong para penggiat wisata untuk memahami hospitality, serta digital branding dan marketing,” ujarnya seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (10/12).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan menggandeng Atourin, BAKTI menyelenggarakan program pelatihan digitalisasi bagi pelaku pariwisata di wilayah pembangunan infrastruktur BAKTI. Sebanyak 30 penggiat pariwisata dari 15 kampung wisata mengikuti pelatihan dan pendampingan beberapa waktu lalu di Kota Ternate.

Adapun, 15 kampung wisata tersebut adalah Sulamadaha, Kulaba, Takome, Kastela, Tubo, Gura Bala, Tobololo, Loto, Foramadiahi, Taduma, Rua, Tongole, Togafo, Ngade, dan Moya.

Pelatihan dibuka oleh Staf Direktorat Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah Bakti Kominfo, Rama Mulyana, dan Wali Kota Ternate yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Ternate, Anwar Hasjim.

Rama menjelaskan bahwa BAKTI Kominfo setiap tahun rutin memiliki program untuk meningkatkan akses internet dan kapasitas sumber daya manusia di Ternate serta berharap dukungan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pariwisata yang ada di Ternate.

“BAKTI Kominfo setiap tahun rutin memiliki program untuk meningkatkan akses internet dan kapasitas sumber daya manusia di Ternate serta berharap dukungan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pariwisata yang ada di Ternate,” ucap dia.

Di sisi lain, Anwar mengharapkan pelatihan untuk penggiat kampung wisata tersebut bisa membantu mereka untuk melek teknologi serta mampu menggunakannya untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk wisatanya.

“Pemerintah Kota Ternate memberikan apresiasi kepada BAKTI, Atourin, dan seluruh penggiat kampung wisata yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Atourin, sekaligus project manager dari program tersebut, Reza Permadi, mengatakan selain pemahaman informasi sesuai modul pelatihan, peserta juga dibekali dengan keahlian teknis tepat guna seperti fotografi dan hospitality yang bisa langsung diterapkan oleh mereka.

Ia mengungkapkan mayoritas peserta belum pernah mengikuti pelatihan pariwisata serupa sehingga mereka terlihat antusias dan semangat mengikuti jalannya pelatihan dari awal sampai akhir.

BAKTI secara konsisten mendukung kemajuan ekosistem digital di Indonesia melalui berbagai program strategis sehingga dapat meningkatkan indeks masyarakat digital Indonesia. Diharapkan terjadi pemerataan dan peningkatan indeks masyarakat digital Indonesia di seluruh penjuru negeri.

Pelatihan digitalisasi kampung wisata ini merupakan bagian dari upaya BAKTI untuk meningkatkan indeks masyarakat digital Indonesia. BAKTI berharap kegiatan ini dapat mendorong kemajuan ekosistem digital di Indonesia, khususnya di sektor pariwisata.

Sebagai informasi, pada 2023 program ini diselenggarakan di tiga daerah yang telah terlayani infrastruktur base transceiver station (BTS), artificial intelligence (AI), dan interkoneksi Palapa Ring BAKTI.

Tiga daerah tersebut antara lain, Kabupaten Agam di Sumatera Barat, Kabupaten Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur; dan Kota Ternate di Maluku Utara.

Pelatihan edisi ketiga dilaksanakan di Kota Ternate yang identik dengan rempah. Selain itu, Ternate memiliki berbagai potensi pariwisata yang sangat indah dan menarik.

Mulai dari Gunung Gamalama, aneka pantai berpasir hitam dan putih, dunia bawah laut, perkebunan cengkeh, ragam seni dan budaya yang mempesona, berbagai benteng bersejarah, kuliner serta penduduk yang ramah.

(rir)



Sumber: www.cnnindonesia.com