Baidu dan Alibaba Disebut Hapus Israel dari Peta Digital, Cek Faktanya

Dua perusahaan digital asal China, Baidu dan Alibaba dilaporkan menghapus Israel dari peta digitalnya. Berikut faktanya.
Jakarta, CNN Indonesia

Para pengguna internet di China mengungkap perusahaan teknologi Cina, Alibaba dan Baidu, menghapus nama Israel dari peta online mereka, meskipun masih menunjukkan perbatasannya yang diakui secara internasional.

Peta-peta tersebut juga menunjukkan wilayah Palestina, dan kota-kota penting serta nama-nama negara terdekat termasuk Siprus, Yordania, dan Irak.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Baidu, Jing Meng, membantah dengan sengaja menghilangkan Israel dari peta platform tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ketika ruang terbatas, peta kami mungkin tidak menampilkan nama atau bendera beberapa wilayah,” katanya, mengutip Business Insider.

“Pengguna dapat menemukan negara atau wilayah yang sesuai di Baidu Maps hanya dengan menggunakan fungsi pencarian peta,” tambahnya.

Pemerintah China membantah telah menghapus Israel dari layanan pemetaan yang ditawarkan oleh perusahaan teknologi Baidu dan Alibaba.

“Anda harus tahu bahwa Cina dan Israel memiliki hubungan diplomatik yang normal. Mengenai isu-isu relevan yang Anda sebutkan, negara-negara yang relevan ditandai dengan jelas di peta standar yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang Tiongkok, yang dapat Anda periksa,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, mengutip Newsweek.

Sebuah investigasi independen yang dilakukan Newsweek mengklarifikasi bahwa peta-peta dari Baidu dan Alibaba tidak menampilkan nama Israel atau Gaza bahkan sebelum konflik saat ini dimulai.

Newsweek melihat arsip gambar dari Baidu dan Amaps (peta Alibaba) yang menunjukkan wilayah Timur Tengah, dan menemukan bahwa keduanya berhenti menampilkan Israel atau Gaza pada layanan mereka sebelum konflik dimulai pada bulan Oktober.

Investigasi terpisah yang dilakukan oleh Zichen Wang, seorang peneliti di Center for China and Globalization di Beijing, dan Jia Yuxuan menyebut bahwa halaman web yang diarsipkan dari artikel-artikel di situs web Tiongkok, Zhihu, menunjukkan Israel tidak lagi muncul di peta Baidu atau Alibaba sejak Mei 2021.

China memiliki sejarah dalam mengadvokasi solusi dua negara yang memungkinkan berdirinya sebuah negara Palestina yang merdeka. Beberapa minggu setelah perang meletus, lingkaran Presiden Xi Jinping melanjutkan sikap ini, menyerukan gencatan senjata segera dan dukungan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.

Beijing menolak mengutuk Hamas, namun mengatakan bahwa mereka menentang segala bentuk serangan terhadap warga sipil.




Peta Palestina-Israel Berdasarkan 2 Perjanjian (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

(tim)


[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com