Arkeolog Klaim Temukan Mumi Lengkap Tertua di Dunia, Berapa Usianya?

Arkeolog di Mesir menemukan mumi diduga bernama Hekashepes yang jadi mumi tertua di dunia yang cukup lengkap.

Jakarta, CNN Indonesia

Sebuah tim arkeolog menemukan mumi yang boleh jadi paling tua dan paling lengkap yang pernah ditemukan di Mesir.

Mumi itu diperkirakan berusia 4300 tahun, ditemukan di pekuburan tua di dekat Kairo. Melansir Science Alert, mumi yang diduga bernama Hekashepes itu berasal dari dinasti kelima atau keenam yang membentang dari 2500 tahun SM hingga 2100 SM.

“Saya menaruh kepala saya untuk melihat apa yang ada di dalam sarkofagus itu: sebuah mumi yang indah dan lengkap dari seorang pria, dilapisi banyak lapisan emas,” kata mantan Menteri Barang Antik Mesir, Zahi Hawass dalam instagramnya.

“Ekspedisi ini menemukan beberapa makam Kerajaan Kuno yang mengindikasikan bahwa situs ini berisikan kompleks pekuburan besar,” tulisnya lagi.

Mumi yang berusia berabad-abad itu ditemukan di kedalaman 15 meter di dekat Piramida Djoser di daerah Nekropolis Saqqara, sebuah tempat yang telah menjadi situs warisan dunia UNESCO.

Saqqara sendiri terletak di Memphis, ibukota pertama dari era Mesir kuno. Selain mumi itu, ditemukan pula barang-barang penting arkeologis.

Beberapa di antaranya yaitu makam yang diduga milik Meri, gelar untuk seorang ‘penjaga rahasia’ di lingkungan kerajaan dan Khnum-djed-ef, seorang pendeta di komplek Piramida Unas.


“Penemuan ini sangat penting karena menghubungkan para raja dan orang-orang yang hidup di sekitar mereka, kata Ali Abu Deshish, arkeolog yang terlibat dalam tim ekskavasi ini.

Melansir Business Insider, penemuan ini terjadi hanya satu hari setelah tim berbeda menemukan reruntuhan dari kota kuno yang disebut Luxor di selatan Kairo.

Pada awal pekan ini, para ilmuwan juga “secara digital” membuka mumi emas berusia 2300 tahun menggunakan pemindaian CT. Hasilnya, para peneliti mendapat pengetahuan baru soal bagaimana para pebalsem kuno menggunakan amulet untuk melindungi tubuh yang mati.

Di sisi lain, rentetan-rentetan penemuan arkeologis ini menjadi salah satu usaha Mesir untuk mempromosikan industri pariwisata mereka. Pasalnya, industri pariwisata Mesir lesu usai krisis politik yang terjadi sejak 2011, dan pembatasan perjalanan karena pandemi Covid-19. 

[Gambas:Video CNN]

(can/lth)






Sumber: www.cnnindonesia.com