Apa Itu Fenomena Solstis Desember yang Terjadi Hari Ini?

Fenoman solstis sedang berlangsung pada Rabu (21/6) malam ini. Apa yang sesungguhnya terjadi?


Jakarta, CNN Indonesia

Fenomena solstis (solstice) Desember terjadi hari ini, Jumat (22/12). Apa sebenarnya fenomena solstis yang terjadi di Bulan Desember?

Fenomena solstis menjadi penanda awal musim dingin di belahan Bumi utara. Bumi mengorbit Matahari (revolusi) setiap 365 hari sambil berputar pada sumbunya yang miring 23,44 derajat.

Menurut keterangan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa di Badan Riset dan Inovasi Nasional (ORPA BRIN), solstis adalah fenomena ketika Matahari melintasi Garis Balik Utara atau Garis Balik Selatan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua garis ini merupakan garis khayal pada bola Bumi yang terletak pada lintang yang senilai dengan kemiringan sumbu Bumi, yaitu 23,44 Lintang Utara dan 23,44 Lintang Selatan.

Fenomena Solstis merupakan tanda pergantian musim bagi negara-negara subtropis dan berlintang tinggi. Solstis rutin terjadi dua kali setiap tahun, yakni tiap Juni dan Desember.

Saat solstis atau titik balik Matahari musim dingin Desember, poros utara Bumi miring menjauhi Matahari. Hasilnya, siang dengan durasi paling singkat dan malam terpanjang dalam setahun di belahan Bumi utara seperti di Kanada, AS, dan Eropa.

Pada saat bersamaan, poros selatan Bumi seperti Australia, Afrika bagian selatan mengarah ke Matahari. Ini berarti hari dengan jam siang paling banyak dan malam terpendek di belahan Bumi selatan.

Kemiringan Bumi paling terasa di daerah kutub. Ketika fenomena solstis terjadi, Matahari tidak terbenam sepanjang hari di Kutub Selatan dan tidak terbit sama sekali di Kutub Utara.

Tak terkait bencana

BRIN dalam keterangannya menjelaskan bahwa solstis, dan juga fenomena Matahari lainnya seperti ekuinoks tak ada hubungannya dengan bencana alam di Bumi, seperti gempa, tsunami, banjir rob. Walau begitu, tidak menutup kemungkinan fenomena solstis dan bencana terjadi bersamaan.

“Sekalipun di hari terjadi solstis ini terjadi letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, maupun banjir rob, fenomena-fenomena tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan solstis,” papar BRIN.

BRIN mengungkap solstis merupakan urusan Matahari. Sementara, bencana gempa hingga gunung adalah masalah aktivitas geologis.

“Karena solstis merupakan fenomena murni astronomis yang juga dapat memengaruhi iklim dan musim di Bumi. Sedangkan fenomena-fenomena tersebut (erupsi, gempa, tsunami, banjir rob) disebabkan masing-masing dari aktivitas vulkanologis, seismik, oseanik, dan hidrometeorologi,” papar BRIN.

BRIN menyebut solstis hanya berdampak kepada gerak semu Matahari ketika terbit, berkulminasi, dan tenggelam. Solstis juga berpengaruh kepada intensitas radiasi Matahari yang diterima permukaan Bumi.

Tak hanya itu, solstis juga berefek kepada panjang pendek siang dan malam serta pergantian musim.

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com