Analis Ungkap Prabowo ‘Kuasai’ TikTok usai Debat Capres

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto paling banyak disorot di platform media sosial TikTok usai debat ketiga Pilpres 2024. Apa penyebabnya?


Jakarta, CNN Indonesia

Meski bukan yang paling unggul di media sosial secara keseluruhan, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto paling banyak disorot di platform TikTok dibanding capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo pada debat Pilpres 2024.

Hal itu merupakan data hasil analisis yang disampaikan oleh Data Analyst Continuum INDEF Maisie Sagita dalam diskusi publik ‘Mengurai Gagasan Capres tentang Geopolitik dan Pertahanan” berdasarkan debat ketiga Pilpres 2024 yang, Senin (8/1).

“Pak Prabowo banyak disorot di media sosial TikTok,” kata Maisie.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari grafis yang dipaparkan INDEF, terlihat bahwa perbincangan soal Prabowo di TikTok mencapai hampir 50 persen. Sementara, di media sosial X (sebelumnya Twitter) jumlah perbincangan mengenai Prabowo cuma sekitar 35 persen dan di YouTube 32 persen.

Selain itu, Prabowo, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, turut mendapat sentimen positif di TikTok di atas 75 persen.

Meski demikian, ia masih kalah dengan Ganjar yang mendapat sentimen positif di TikTok mencapai 90 persen lebih, sementara Anies hanya mendapat sentimen positif sekitar 50 persen di media sosial asal China itu.

Meski populer di TikTok, Prabowo masih kalah populer dari Anies. Secara umum hasil analisa INDEF di tiga media sosial menunjukkan bahwa Anies lebih populer di medsos secara umum selama debat dengan mendominasi 42,3 persen percakapan.

Prabowo di peringkat kedua dengan 36,2 persen percakapan, dan Ganjar dengan 21,5 persen.

Maisie mengatakan data yang dianalisa berasal dari tiga media sosial, yakni YouTube, TikTok, dan X tentang debat capres pada Minggu malam. Terdapat total 104.323 perbincangan dan 48.516 akun media sosial yang dianalisa.

Rinciannya, di TikTok sebanyak 13.576 perbincangan dengan 11.661 akun dan X sejumlah 52.979 perbincangan dengan 18.818 akun.

Kemudian, INDEF juga menganalisa 37.768 perbincangan tiga tayangan langsung debat capres dari YouTube Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kompas TV, dan Narasi. Perbincangan itu berasal dari 18.037 akun,

“Untuk yang TikTok, setelah debat berlangsung semalam, kami juga crawling, tapi ini menggunakan keyword, jadi misalnya seperti ‘debat capres 2024’, ‘anies baswedan’, ‘prabowo subianto’, ‘ganjar pranowo’ seperti itu. Dari situ sama metode yang kami lakukan, kami analisa sentimennya, exposure, dan juga topik perbincangan,” ujar Maisie.

Lalu, mengapa Prabowo bisa menguasai TikTok?

Hasil analisis lain dari lembaga Indonesia Indicator menyimpulkan bahwa Prabowo menggeser Anies, menjadi yang paling banyak dibicarakan di jagat maya usai debat capres.

Jumlah engagement atau keterlibatan akun media sosial terkait postingan Prabowo sejak 7 Januari pukul 20.00 WIB hingga 9 Januari pukul 15.30 WIB mencapai 14,2 juta.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang mengatakan mayoritas interaksi pengguna media sosial terkait Prabowo berasal dari Tiktok.

Posisi kedua ditempati Anies dengan jumlah keterlibatan pengguna pada konten akun media sebanyak 8 juta. Lalu, Ganjar di posisi ketiga dengan jumlah engagement 4,3 juta.

“Apa yang membuat Prabowo engagement-nya sangat tinggi? Ternyata 10 juta di antaranya berasal dari platform TikTok,” kata Rustika.

Rustika juga mengatakan di TikTok perbincangan mengenai Prabowo mayoritas mengarah ke anggapan bahwa capres nomor urut 2 itu dizolimi selama debat karena mendapat serangan bertubi-tubi dari Anies dan Ganjar.

Di sisi lain, mereka menganggap isu debat kemarin terlalu elitis, karena menyinggung soal nasib Gaza, alutsista, data, dan lainnya “yang mungkin kurang menarik bagi TikToker.”

“Itu terlihat ketika kemudian muncul di TikTok sangat besar ke Prabowo, larinya ke arah Prabowo dizalimi, orang menangis karena Prabowo dikeroyok, bukan isu soal data Prabowo atau Alutsista, misalnya,” jelas dia.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dmi)



Sumber: www.cnnindonesia.com