Alasan Telkomsel Pertahankan Aplikasi My IndiHome Seusai Integrasi

Ribuan teknisi Telkom disebut bersiaga pada puncak KTT G20 Bali untuk memonitor layanan komunikasi termasuk jaringan IndiHome.

Denpasar, CNN Indonesia

Telkomsel sejauh ini tetap mempertahankan aplikasi My IndiHome pasca-integrasi perusahaan jaringan tetap atau fixed broadband tersebut. Simak deret alasannya.

Dua penyedia layanan internet beda jenis itu resmi bergabung sejak 1 Juli 2023. Integrasi layanan dilakukan secara bertahap, termasuk dalam hal aplikasi.

Dedi Suherman, Vice President Home Broadband and FMC Consumer Marketing Telkomsel, mengatakan pihaknya sejauh ini mengintegrasikan journey (riwayat interaksi pelanggan dengan perusahaan sejak awal) di app IndiHome dengan app MyTelkomsel.

Walhasil, pelanggan fixed broadband maupun mobile broadband bisa mengakses layanan perusahaan plat merah ini dalam satu pintu via MyTelkomsel.

“Yang ada My IndiHome kami masukkan journey-nya di MyTelkomsel,” ujar dia, di Bali, Rabu (26/7).

Namun, app My IndiHome masih tetao dipertahankan karena mempertimbangkan banyaknya pengguna.

“My IndiHome juga sudah cukup masif pelanggannya, cukup besar. Kita pertahankan. Appsnya dipertahankan,” ungkapnya.

Kenapa digabung ke MyTelkomsel?

Dedi mengklaim aplikasi MyTelkomsel pernah berada di deretan atas aplikasi paling banyak diakses di tanah air, bersanding dengan raksasa media sosial seperti WhatsApp dan TikTok.

Maka dari itu, Telkomsel memanfaatkan hal tersebut untuk memaksimalkan journey pelanggan Telkomsel dan Indihome dalam platform tersebut.

Meski begitu, Dedi tak menutup peluang penutupan app My IndiHome suatu hari nanti. Semuanya bergantung pada penggunaan oleh pelanggan (use case).

“Suatu saat apakah hanya satu MyTelkomsel atau dipisah nanti. Kalau customer mau split, kayak Orbit lah hari ini ada My Orbit. Kalau journey jadi satu ya jadi satu. Tergantung use case di layanan yang berbeda-beda itu. Kami akan menyesuaikan demand dari pelanggan,” tutur dia.

Selain layanan online, Telkomsel juga mengintegrasikan layanan purnajualnya, mulai dari perubahan 387 Plasa Telkom menjadi GraPari, penggabungan site call center, e-care, hingga layanan self-service.

Integrasi layanan purnajual ini membuat Telkomsel memiliki total 754 GraPari, 7 sites call center, 4 sites e-care, dan 856 perangkat self-service.

Dengan demikian, setiap touchpoint pelanggan yang sebelumnya melayani pelanggan Telkomsel akan dapat melayani pelanggan IndiHome, baik untuk kebutuhan pasang baru, pembayaran, promosi dan loyalti, hingga Smarthome Experience.

[Gambas:Video CNN]

(lom/arh)





Sumber: www.cnnindonesia.com