Alasan Prabowo-Gibran Jadi ‘Raja’ di TikTok

Senat mengungkap RUU baru dengan misi memblokir TikTok di AS. Apa ruginya memang aplikasi dari China itu?


Jakarta, CNN Indonesia

Analisis Drone Emprit mengungkap pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraup interaksi terbanyak di media sosial TikTok meski secara unggahan pasangan ini bukan nomor satu. Apa yang terjadi?

Hal itu terungkap dari kajian di TikTok dengan periode data 1622 Januari atau H-5 hingga H+1 debat cawapres kedua, Minggu (21/1).

“Kelompok Prabowo-Gibran mendominasi dalam hal total interaksi di TikTok, yang mencerminkan keterlibatan pengguna yang sangat tinggi dengan konten mereka,” demikian ungkap pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi di Twitter, Senin (22/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Hal ini terlihat dari jumlah interaksi yang sangat besar serta tingkat interaksi yang luar biasa tinggi dibandingkan dengan dua kelompok lainnya,” lanjutnya.

Interaksi (Interaction) sendiri merupakan gabungan dari jumlah unggahan (post), menyukai (like), komentar (comment), bagi (share), dan lihat (view).

Berikut rincian interaksi masing-masing paslon berdasarkan data Drone Emprit:

Anies-Cak Imin (30 persen)

Posts: 793

Likes: 14.531.826

Comments: 1.125.804

Shares: 407.267

Total views: 225.650.503

Total keterlibatan keseluruhan: 241.716.193

Prabowo-Gibran (47 persen)

Posts: 500

Likes: 22,755.605

Comments: 1.164.397

Shares: 445.117

Total views: 351.692.446

Total keterlibatan keseluruhan: 376.058.065

Ganjar-Mahfud MD (24 persen)

Posts: 353

Likes: 7.515.438

Comments: 695.485

Shares: 194.554

Total views: 182.545.690.

Total keterlibatan keseluruhan: 190.951.520

Kampanye efektif

Analisis Drone Emprit mengungkap fenomena Prabowo-Gibran di TikTok ini terkait dengan konten yang lebih menarik.

“Prabowo-Gibran memiliki kehadiran atau kampanye yang sangat efektif di TikTok selama waktu tersebut, menarik lebih banyak perhatian dan interaksi dibandingkan dengan dua kelompok lainnya,” menurut keterangan tersebut.

“Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk konten yang lebih menarik atau resonansi yang lebih besar dengan audiens TikTok.”

Tak berarti nihil

Drone Emprit menyebut tingkat keterlibatan paslon nomor 1 dan 3 memang lebih rendah dari Prabowo-Gibran. Namun, itu sama sekali tak berarti tingkat keterlibatannya tak signifikan.

Anies-Cak Imin, misalnya, memiliki tingkat keterlibatan yang signifikan, dengan jumlah like yang tinggi dan distribusi keterlibatan yang menunjukkan resonansi yang baik dengan audiens TikTok.

“Meskipun tidak sebanyak Prabowo-Gibran, kelompok ini masih memiliki keterlibatan yang tinggi.”

Senada, Ganjar-Mahfud menunjukkan keterlibatan yang aktif, yang tercermin dari jumlah komentar yang tinggi dan tingkat interaksi yang kompetitif.

“Meskipun jumlah interaksi totalnya lebih rendah dibandingkan dengan dua kelompok lainnya, ini tetap menunjukkan adanya diskusi yang berarti terjadi di antara pengguna.”

Hasil kajian ini senada dengan hasil studi Continuum INDEF periode pengumpulan data mulai Minggu (21/1) pukul 19.00 WIB hingga Senin (22/1) pukul 08.00 WIB.

“Prabowo-Gibran Sosmed andalannya TikTok dengan tagline ‘gemoy’, ‘solusi zaman now’ jadi jurus jitu, dan yang terakhir semalam ‘savage’ adalah kunci juga muncul jadi tagline mereka,” kata peneliti big data Continuum INDEF Wahyu Tri Utomo, Senin (22/1).

“Kalau dilihat di TikTok itu medsos paling positif untuk Gibran. Sedangkan Twitter itu banyak yang bicarakan tapi serangan semua,” sambungnya.

Meski begitu, sentimen negatif justru dominan buat Gibran di Twitter.

Senada, riset Continuum INDEF usai debat capres, Minggu (7/1), menunjukkan Prabowo-Gibran tercatat menguasai TikTok hampir 50 persen dengan sentimen positif di atas 75 persen.

Sementara, di Twitter, jumlah perbincangan mengenai Prabowo cuma 35 persen dan di YouTube 32 persen.

(tim/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com