Alasan Cuaca Jakarta Kembali Rutin Panas di Tengah Musim Hujan

BMKG menjelaskan penyebab kondisi panas terik yang memuncak di siang hari dalam beberapa pekan terakhir, terutama di Jabodetabek.


Jakarta, CNN Indonesia

Jakarta, serta wilayah selatan khatulistiwa lainnya, kembali rajin dihujani panas terik dalam beberapa hari terakhir di saat statusnya sudah dilanda musim hujan. Fenomena apa yang memicunya?

Sebagian besar Jakarta resmi dinyatakan masuk musim hujan setidaknya mulai dasarian (sepuluh hari) kedua November. Hujan lebat pun mulai rutin mengguyur hingga sempat memicu genangan-genangan, kalau tak mau disebut banjir.

Mulai pekan lalu, cuaca panas terik mulai rutin kembali datang. Prakiraan cuaca sepekan ke depan pun didominasi cuaca cerah atau berawan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sepekan terakhir kondisi suhu panas dan cukup terik pada siang hari terjadi di beberapa wilayah terutama di sekitar selatan ekuator.

Kondisi cuaca panas tersebut secara umum dipicu oleh dominasi cuaca cerah pada siang hari di sebagian besar wilayah di Jawa hingga Nusa Tenggara.

Berdasarkan citra satelit cuaca terlihat dalam beberapa hari terakhir di wilayah Jawa atau Indonesia bagian selatan tidak terdapat tutupan awan, sehingga sinar matahari intens/optimum langsung ke permukaan bumi.

Apa ini tanda El Nino makin menguat, mengingat prediksi BMKG sebelumnya yang menyebut wilayah selatan ekuator lah yang paling terdampak fenomena pengering hujan ini?

Sejauh ini, dua fenomena yang memengaruhi penurunan curah hujan, yakni El Nino yang berpusat di Samudera Pasifik dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpusat di Samudera Hindia, masih dalam kondisi moderat, sama seperti bulan lalu.

Indikator El Nino, yakni Southern Oscillation Index (IOD) dan Indeks NINO 3.4, masing-masing punya angka -6,0 (netral) dan +1,70 (moderat).

Dipole Mode Index (DMI), yang adalah indikator IOD, ada pada kondisi positif yakni +1,21.

Lalu apa yang memicunya?

Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, mengatakan kondisi panas terik di sekitar selatan ekuator belakangan ini dipengaruhi oleh kondisi tekanan rendah.

“Kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara tersebut turut dipicu oleh aktifitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/12).

Hal ini, lanjut Guswanto, “menyebabkan berkurangnya aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator.”

Selain itu, pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan tersebut juga secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin.

Guswanto menyebut hal itu “menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan” di sejumlah wilayah, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Sehingga dalam sepekan terakhir hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara,” ungkap dia.

Prakiraan minggu ini

Lewat akun Instagram-nya, BMKG mengungkap cuaca di Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan berpotensi didominasi kondisi cerah berawan.

Namun, ada juga wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan, yakni Bogor dan Bekasi, pada 23-24 Desember.

Hujan intensitas ringan didefinisikan dengan hujan dengan intensitas yang berkisar antara 0,5 hingga 20 milimeter per hari.

Dalam peta prediksi cuaca hujan yang lebih luas, BMKG memprediksi Pulau Jawa secara umum akan cerah berawan selama periode 18-23 Desember.

Berikut rincian prediksi cuaca Jabodetabek menurut BMKG:

19 Desember pukul 07.00 WIB-20 Desember pukul 07.00 WIB

BMKG mengungkap periode ini “secara umum cerah berawan.”

– Mayoritas Kabupaten Bogor diprediksi cerah berawan.
– Seluruh Kota Bogor nihil hujan.
– Semua wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi cerah.
– Seluruh Depok cerah.
– Seluruh Kota dan Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang Selatan cerah.
– Semua daerah DKI Jakarta cerah atau berawan.

20 Desember pukul 07.00 WIB-21 Desember pukul 07.00 WIB

Curah hujan Jabodetabek masih belum tinggi, dan BMKG mengatakan wilayah ini “secara umum cerah berawan.”

– Mayoritas Kabupaten Bogor diprediksi cerah berawan.
– Seluruh Kota Bogor nihil hujan.
– Semua wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi cerah.
– Seluruh Depok cerah.
– Semua wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang Selatan cerah.
– Seluruh daerah DKI Jakarta cerah atau berawan.

21 Desember pukul 07.00 WIB-22 Desember pukul 07.00 WIB

BMKG mengungkap pada periode ini wilayah Jabodetabek “secara umum cerah berawan.”

– Mayoritas Kabupaten Bogor diprediksi cerah berawan.
– Seluruh Kota Bogor nihil hujan.
– Semua wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi cerah.
– Seluruh Depok cerah.
– Seluruh Kota dan Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang Selatan cerah.
– Semua wilayah DKI Jakarta cerah atau berawan.

22 Desember pukul 07.00 WIB-23 Desember pukul 07.00 WIB

BMKG menyatakan pada periode ini wilayah Jabodetabek “secara umum cerah berawan.”

– Mayoritas Kabupaten Bogor diprediksi cerah berawan.
– Seluruh Kota Bogor nihil hujan.
– Semua wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi cerah.
– Seluruh Depok cerah.
– Seluruh Kota dan Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang Selatan cerah.
– Semua daerah DKI Jakarta cerah atau berawan.

23 Desember pukul 07.00 WIB-24 Desember pukul 07.00 WIB

BMKG menyatakan pada periode ini wilayah Jabodetabek “secara umum cerah berawan” dengan Bogor dan Bekasi berpotensi hujan ringan.

– Mayoritas Kabupaten Bogor diprediksi hujan ringan.
– Sebagian besar Kota Bogor hujan.
– Semua wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi hujan ringan.
– Seluruh Depok cerah.
– Seluruh Kota dan Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang Selatan cerah.
– Semua daerah DKI Jakarta cerah atau berawan.

[Gambas:Instagram]

(arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com