AI Milik Google Bisa Ciptakan Musik, Bakal Rilis dan Saingi ChatGPT?

Google dituntut oleh Jaksa Agung Texas, Ken Paxton karena telah melanggar undang-undang privasi biometrik.

Jakarta, CNN Indonesia

Raksasa teknologi, Google menciptakan kecerdasan buatan (AI) yang bisa menghasilkan musik dari deskripsi teks. Bakal dilepas ke publik dan saingi ChatGPT?

Melansir Tech Crunch, Google menamai AI buatan mereka ini MusicLM yang dilatih berdasarkan kepada data 280 ribu jam musik.

Dari data tersebut, MusicLM bisa menghasilkan musik dari deskripsi yang ditaruh para kreator semisal “lagu jazz yang asik dengan bagian solo pada saxophone dan penyanyinya”, atau “lagu techno 90an Berlin dengan bass yang rendah dan kick yang kuat”.

Hasil lagu dari MusicLM pun terbilang luar biasa karena terdengar seperti dibuat oleh manusia. Meskipun, musik yang dihasilkan tidak inventif dan kohesif secara musikal.

Sampel yang dihasilkan dari MusicLM bisa dibilang bagus mengingat tidak melibatkan instrumentalis. MusicLM juga dapat memproses deskripsi panjang yang diberikannya untuk menghasilkan musik yang bernuansa seperti riff yang instrumental, melodi dan mood lagu.

Dilansir The Verge, MusicLM bahkan bisa meniru vokal manusia dengan tetap memperhatikan nada dan suara vokal tersebut. Kendati demikian, ada beberapa kualitas yang gagal ditangkap MusicLM.

Terlepas dari kinerjanya, Google mengaku tidak akan melepas MusicLM ke publik. “Kami tidak ada rencana melepasnya saat ini,” tulis para peneliti Google dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di arxiv.

“Kami mengakui ada potensi risiko penyalahgunaan konten kreatif. Kami benar-benar menekankan keharusan adanya riset lebih lanjut untuk menghadapi masalah tersebut,” tulis Google.

Di sisi lain, masalah hak cipta ini juga sudah disinggung oleh Eric Sunray, ahli hukum dari Music Publishers Association dalam artikelnya. Menurutnya, AI yang menghasilkan musik seperti MusicLM melanggar hak cipta karena “mencuri audio dari input yang dimasukkan ke mereka.

Oleh karena itu, hal tersebut melanggar undang-undang Hak Cipta Amerika Serikat soal reproduksi konten”.

MusicLM bukan AI pertama yang mampu menghasilkan musik. Sebelumnya, ada Riffusion dan Dance Diffusion yang bisa menghasilkan musik dengan memvisualisasikannya.

Ada pula Audio ML yang juga produk Google dan produk AI milik OpenAI, Jukebox. Namun, deret AI tersebut tidak rilis ke publik karena keterbatasan teknis dan data untuk latihan.

Isu pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten mengemuka usai OpenAI menciptakan ChatGPT. AI tersebut mampu menghasilkan konten berkualitas hanya dari perintah sederhana yang dimasukkan.

Kemunculan ChatGPT pun membuat Google ketar-ketir. Bahkan, Pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin disebut-sebut berencana meluncurkan lebih dari 20 produk AI sepanjang 2023 ini

Page dan Brin kabarnya memberi nasihat kepada para pemimpin Google untuk berinvestasi besar-besaran dalam teknologi AI. Google sendiri sebetulnya sudah melirik potensi AI, meski mereka memilih lebih berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

[Gambas:Video CNN]






Sumber: www.cnnindonesia.com