Ahli Ungkap Sebab 2023 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Simak deret fakta soal fenomena ekuinoks yang bakal kembali menyapa sejumlah wilayah Indonesia hari ini, Sabtu (23/9).


Jakarta, CNN Indonesia

Para ilmuwan mengungkap 2023 berstatus tahun terpanas sepanjang sejarah. Simak rekor-rekor panasnya berikut.

Ilmuwan percaya 2023 memecahkan rekor tahun terpanas dengan selisih angka yang sangat besar dengan peringkat berikutnya.

Hal ini dinilai memberikan bukti betapa jauh lebih hangat dan berbahayanya iklim saat ini dibandingkan dengan iklim saat peradaban manusia mulai berkembang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data terbaru Copernicus Climate Change Service (CCCS) menunjukkan planet ini lebih panas 1,48 derajat Celsius pada 2023 dibandingkan dengan periode sebelum pembakaran bahan bakar fosil secara besar-besaran memicu krisis iklim.

Angka ini sangat dekat dengan target kenaikan suhu 1,5 derajat C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris tahun 2015.

Para ilmuwan di CCCS Uni Eropa mengatakan kemungkinan besar batas suhu 1,5 derajat Celsius akan terlewati untuk pertama kalinya dalam 12 bulan ke depan, mengutip The Guardian, Selasa (9/1).

Suhu rata-rata pada tahun 2023 lebih tinggi 0,17 derajat Celsius dari tahun 2016, tahun rekor sebelumnya, menandai peningkatan yang sangat besar dalam masalah iklim.

Penyebab utama dari peningkatan pemanasan global ini adalah emisi karbon dioksida yang terus meningkat dan kemunculan fenomena El Nino.

Suhu yang tinggi menyebabkan gelombang panas, banjir, dan kebakaran hutan, merusak kehidupan dan mata pencaharian di seluruh dunia.

Analisis menunjukkan beberapa cuaca ekstrem, seperti gelombang panas di Eropa dan Amerika Serikat, hampir tidak mungkin terjadi tanpa pemanasan global yang disebabkan oleh manusia.

Data CCCS juga menunjukkan tahun 2023 merupakan tahun pertama dalam catatan saat setiap hari setidaknya 1 derajat Celsius lebih panas daripada catatan pra-industri tahun 1850-1900.

Hampir setengah hari lebih panas 1,5 derajat Celsius dan, untuk pertama kalinya, dua hari lebih panas dari 2 derajat Celsius.

Suhu yang lebih tinggi meningkat sejak bulan Juni, dengan panasnya bulan September yang jauh di atas rata-rata.

Carlo Buontempo, direktur CCCS, mengatakan “Suhu ekstrem yang kami amati selama beberapa bulan terakhir ini memberikan bukti nyata betapa jauhnya kita sekarang dari iklim yang menjadi tempat peradaban kita berkembang.”

“Hal ini memiliki konsekuensi besar bagi perjanjian Paris dan semua upaya manusia. Jika kita ingin berhasil mengelola risiko iklim, kita harus segera melakukan dekarbonisasi ekonomi sambil menggunakan data dan pengetahuan iklim untuk mempersiapkan masa depan.”

Para ilmuwan baru-baru ini mengatakan sistem pendukung kehidupan di Bumi begitu rusak sehingga planet ini “berada di luar batas aman bagi manusia”.

Samantha Burgess, wakil direktur CCCS, mengatakan bahwa 2023 merupakan tahun yang luar biasa dengan catatan iklim yang berjatuhan bak kartu domino.

“Suhu pada 2023 kemungkinan besar akan melampaui suhu pada periode mana pun setidaknya dalam 100 ribu tahun terakhir,” kata Samantha.

Bill Collins dari Universitas Reading, Inggris, mengatakan, “Sungguh mengejutkan 2023 memecahkan rekor suhu global. Pemanasan global yang lebih tinggi diperkirakan akan menyebabkan musim dingin yang lebih basah di Inggris dan lebih banyak lagi banjir.”

CCCS menyoroti sejumlah peristiwa “luar biasa” pada 2023, termasuk kebakaran besar di Kanada yang membantu meningkatkan emisi karbon global dari kebakaran hutan hingga 30 persen, dan suhu laut yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menyebabkan gelombang panas laut menghantam banyak wilayah.

Tidak hanya itu, es laut Antartika juga jatuh ke rekor terendah, setelah sebelumnya hanya mengalami sedikit dampak nyata dari pemanasan global.




Rekor-rekor ‘Neraka Bocor’ di 2023 (Foto: CNNIndonesia/Asfahan)

(tim/dmi)



Sumber: www.cnnindonesia.com