9 Cara Hindari Sambaran Petir saat Cuaca Ekstrem Kata BMKG

BMKG mengungkap sejumlah cara praktis menghindari sambaran petir saat cuaca ekstrem menerjang, termasuk menghindari kolam renang.


Jakarta, CNN Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap tips menghindari sambaran halilintar di saat cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat disertai kilat/petir, masih berpotensi melanda banyak wilayah Indonesia.

“PERINGATAN DINI: Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya,” menurut BMKG dalam Prospek Cuaca Seminggu ke Depan Periode 23-29 Januari.

Jenis petir yang terjadi di Indonesia sendiri merupakan Cloud to Ground (CG) atau petir yang terjadi dari awan ke tanah. Petir CG memiliki dua varian yakni CG+ dan CG-.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petir CG+ adalah petir yang terjadi dari awan ke tanah, dengan jenis muatan positif dengan ciri sambaran tunggal. Sementara petir CG- adlaah petir dari awan ke tanah dengan muatan negatif dengan sambaran bercabang banyak.

Menurut data per Desember 2023, BMKG mengungkap mayoritas wilayah Indonesia masuk zona merah petir CG alias di atas 60 ribu sambaran petir per bulan.

Hanya beberapa titik di wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Papua Barat yang berada di zona hijau.

Sementara itu, petir CG+ mayoritas melanda di sebagian besar wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Selain itu, petir CG+ juga masih menyambar di hampir seluruh Pulau Jawa, Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara Barat dan Timur, Maluku dan Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur, Utara, dan Tengah.

Oleh karena itu, perlu mewaspadai petir bermuatan negatif dengan sambaran bercabang banyak yang masih berwarna merah di seluruh titik Indonesia. Hanya Papua Barat, Gorontalo serta Banten yang berada di luar zona merah.

Berikut 9 tips hindari sambaran petir versi BMKG:

1. Berada dalam ruang tertutup

Segera masuk ke dalam ruangan atau masuk ke dalam mobil ketika sedang berada di luar ruangan dan mendengar suara guntur.

2. Hindari kolam renang saat terjadi petir

Ketika berada di dalam kolam renang, segera naik dan menjauh karena petir dapat menghantarkan energinya melalui air.

3. Hindari pohon

Jangan berlindung di bawah pohon, karena ketika pohon tersambar petir maka energinya dapat melompat ke tubuh kita.

4. Jauhi tiang listrik

Jauhi tiang listrik, menara, atau sesuatu yang tinggi dan mudah tersambar petir.

5. Hindari tempat tinggi dan ruang terbuka

Ketika berada di sawah, lapangan atau taman, segera menjauh karena petir cenderung memilih tempat tinggi untuk melepaskan energinya

6. Segera berhenti ketika mengendarai motor

Ketika sedang mengendarai motor, segeralah berhenti, lalu segera mencari tempat berlindung,

7. Jaga jarak aman

Jika sedang berteduh di luar ruangan, segeralah atur jarak dengan orang lain agar tidak terkena lonjakan energi saat ada petir

8. Atur posisi tepat saat berada di luar ruangan

Ketika berada di luar ruangan, berdirilah dengan merapatkan kaki atau mengangkat satu kaki untuk mengurangi potensi listrik melewati tubuh saat terjadi petir

9. Matikan alat komunikasi

Matikan alat komunikasi, karena sinyal yang dipancarkan dapat memancing petir untuk menyambar

[Gambas:Instagram]

(far/dmi)



Sumber: www.cnnindonesia.com