6 Kenyataan Pahit saat El Nino Diprediksi Bertahan Hingga 2024

Tanda-tanda kekeringan mulai nampak lewat minimnya daerah yang diprediksi kena hujan hingga awal Agutus. Simak pemicunya.

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti mengingatkan dampak lanjutan dari kombinasi fenomena pengering hujan, El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD), di Indonesia.

Sejak awal tahun ini, BMKG memprediksi kedatangan dua fenomena itu bersamaan dan memicu musim kemarau kering.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkap hingga Oktober dasarian (10 hari) II, El Nino level moderat (+1,719) dan IOD positif (+2,014) masih bertahan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia memprediksi El-Nino terus bertahan pada level moderat hingga periode Desember 2023–Januari–Februari 2024. Sementara IOD Positif akan terus bertahan hingga akhir tahun 2023,” ungkap dia, dalam rapat bersama Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), dikutip dari siaran pers BMKG.

Menurutnya, duet El Nino dan IOD ini mempengaruhi sektor pertanian, sumber daya air, kehutanan, perdagangan, energi, hingga kesehatan.

Pertama, sektor pertanian. Produksi tanaman pangan terancam mengalami penurunan akibat terganggunya siklus masa tanam, gagal panen, kurangnya ketahanan jenis tanaman atau penyebaran hama yang aktif pada kondisi kering.

Kedua, sektor sumber daya air. El Nino dan IOD berakibat pada berkurangnya sumber daya air. Ketiga, sektor perdagangan terpengaruh berupa lonjakan harga bahan pangan.

Keempat, sekor kehutanan terdampak kedua fenomena itu dalam bentuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kelima, sektor energi. Anomali iklim ini menekan jumlah produksi energi yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) karena pasokan aliran berkurang.

Keenam, sektor kesehatan. Minimnya air membuat terganggunya pasokan air minum dan masalah sanitasi atau kebersihan.

“Bagi daerah yang mengalami karhutla, kondisi ini juga dapat berakibat pada polusi udara dan memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” imbuh Dwikorita.

Wilayah terdampak

Sementara, katanya, sebagian besar wilayah Indonesia telah mengalami kondisi curah hujan sangat rendah pada Juli, Agustus September dan Oktober 2023.

Wilayahnya mencakup sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Maluku Utara dan sebagian Papua.

Hingga pertengahan Oktober 2023, curah hujan rendah (21–60 hari tak hujan berturut-turut) terjadi di sebagian wilayah Sumatra bagian Selatan, Jawa, Bali–Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi bagian selatan, Maluku, serta Papua bagian selatan.

Sedangkan, hari tanpa hujan kategori Ekstrem Panjang atau lebih dari 60 hari tanpa hujan terpantau terjadi di wilayah Lampung, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Di Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Kalteng, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Adapun hari tanpa hujan terpanjang tercatat selama 176 hari terjadi di Sumba Timur dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

“Situasi ini harus menjadi perhatian kita bersama mengingat sebaran titik panas di Indonesia menunjukkan peningkatan terutama di daerah rawan karhutla. Pulau Kalimantan memiliki titik panas terbanyak dengan tingkat kepercayaan tinggi, diikuti oleh Sumatera bagian selatan, kepulauan Nusa Tenggara, dan Papua Selatan,” tuturnya.

Strategi

BMKG tak tinggal diam. Pertama, menguatkan manajemen air yang efisien. Kedua, menguatkan penyebaran informasi pedoman kepada petani untuk beradaptasi dengan perubahan pola musim dan memilih tanaman yang lebih tahan kekeringan.

Ketiga, menyelenggarakan program penyuluhan dan pelatihan untuk membantu masyarakat dalam mengadopsi praktik pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Keempat, penguatan pengelolaan hutan dan lahan untuk mencegah kebakaran hutan yang dapat dipicu oleh cuaca kering. Kelima, program rehabilitasi ekosistem dan restorasi lahan yang terdegradasi akibat kekeringan atau kebakaran.

Keenam, menyusun rencana kesiapsiagaan logistik untuk memastikan pasokan air bersih dan bahan makanan cukup terutama di wilayah yang rentan. Dan, ketujuh, melakukan kampanye kesadaran masyarakat tentang praktik konservasi air dan upaya pengurangan risiko bencana.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)




Sumber: www.cnnindonesia.com