2 Galaksi Tertua dan Terjauh Ditemukan, Simak Teknik Pencariannya

Teleskop James Webb menemukan dua galaksi terjauh dan tertua di alam semesta. Simak kondisi terkininya.

Jakarta, CNN Indonesia

Dua galaksi yang tertua, dengan kisaran usia 330 juta tahun setelah Big Bang, dan masuk jajaran terjauh di alam semesta ditemukan oleh para astronom dengan memakai Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST).

Objek-objek kuno ini, yang diperkirakan merupakan galaksi terjauh kedua dan keempat yang pernah terdeteksi berada sedikit di bawah galaksi paling awal yang diketahui, yakni JADES-GS-z13-0.

Galaksi terakhir sebelumnya terlihat oleh JWST sekitar 300 juta tahun pasca-Big Bang. Cahaya dari ketiga galaksi yang sangat tua ini menempuh perjalanan selama lebih dari 13 miliar tahun untuk mencapai lensa JWST.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Cahaya dari galaksi-galaksi kuno ini sekitar tiga kali lebih tua dari Bumi. Hanya melalui cahayanya kita dapat mulai memahami fisika eksotik yang mengatur [galaksi] menjelang fajar kosmik (Big Bang, red),” Joel Leja, asisten profesor astronomi dan astrofisika di Pennsylvania State University dan salah satu penulis studi baru tentang galaksi, dikutip dari LiveScience.

Leja dan rekannya, dalam studi di IOP Science, mendeteksi galaksi yang baru ditemukan di wilayah luar angkasa yang disebut Cluster Pandora, atau Abell 2744, sebuah cluster galaksi besar yang memiliki massa setara dengan 4 triliun Matahari.

Gugus galaksi adalah struktur paling masif di alam semesta yang terikat oleh gravitasi.

Namun, kedua galaksi kuno yang baru ditemukan ini  tidak ditemukan di dalam gugus itu sendiri. Mereka ditemukan di belakangnya, berkat efek pembesaran alami yang disebut pelensaan gravitasi (gravitational lensing).

Pertama kali diprediksi keberadaannya oleh Albert Einstein, pelensaan gravitasi terjadi ketika sebuah benda ultramasif membengkokkan ruang di sekitarnya, membelokkan, dan memperbesar cahaya yang lewat di dekatnya.

Dalam pengamatan terbaru JWST, massa Gugus Pandora menciptakan lensa gravitasi yang cukup kuat untuk memperbesar cahaya kedua galaksi tersebut meskipun letaknya miliaran tahun cahaya di belakang Pandora.

Menurut para peneliti, pandangan yang diperbesar ini mengungkapkan bahwa kedua galaksi kuno tersebut tampak jauh lebih besar daripada galaksi lain yang diamati pada titik yang sama dalam sejarah kosmik.

Faktanya, galaksi-galaksi tersebut cukup besar sehingga para peneliti dapat melihat bentuk-bentuk yang berbeda.

“Galaksi-galaksi yang ditemukan sebelumnya pada jarak ini adalah sumber titik; mereka muncul sebagai sebuah titik dalam gambar kami,” kata penulis utama studi Bingjie Wang, seorang sarjana postdoctoral di Penn State, dalam pernyataannya.

“Tetapi salah satu dari [foto] kami tampak memanjang, hampir seperti kacang, dan yang lainnya tampak seperti bola berbulu halus.”

“Tidak jelas apakah perbedaan ukuran ini disebabkan oleh bagaimana bintang-bintang terbentuk atau apa yang terjadi pada bintang-bintang tersebut setelah terbentuk namun keragaman sifat galaksi benar-benar menarik,” tambah Wang.

Galaksi-galaksi baru ini bergabung dengan daftar objek-objek sangat kuno yang terus bertambah yang terdeteksi oleh JWST.

Baru-baru ini juga, teleskop tersebut mengungkap lubang hitam supermasif aktif tertua di alam semesta, yang berumur sekitar 450 juta tahun setelah Big Bang, serta bukti molekul organik tertua, yang terletak di awan sekitar 12,3 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Penelitian baru ini diterbitkan 13 November di The Astrophysical Journal Letters.

[Gambas:Video CNN]

(rfi/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com