15 Penemuan yang Mengubah Dunia, Termasuk Paku dan Bohlam

Beberapa penemuan memiliki arti yang amat penting hingga menjadi fondasi peradaban modern. Simak daftarnya, termasuk bohlam dan roda.

Jakarta, CNN Indonesia

Berbagai inovasi dan penemuan mengubah dunia dalam konteks mempermudah banyak pekerjaan modern. Saking sudah jadi keseharian, temuan-temuan itu seolah tak disadari arti pentingnya.

Manusia secara alami selalu ingin tahu dan kreatif; dua sifat yang membawa spesies kita ke banyak terobosan ilmiah dan teknologi.

Sejak nenek moyang paling awal kita memipihkan batu untuk membuat ‘pisau’ tajam pertama di dunia, manusia terus berinovasi. Mulai dari cikal-bakal roda hingga peluncuran roket ke Mars.

Beberapa kemajuan penting ini terlihat sangat revolusioner berkat proses panjang. Beberapa di antaranya tercipta berkat satu momen ‘eureka!’.

Inovasi dan penemuan revolusioner tersebut tak bisa disangkal tekah mengubah cara manusia hidup, berinteraksi, dan bekerja. Berikut daftar temuan yang mengubah dunia, mengutip LiveScience.

1. Roda

Salah satu penemuan paling kuno bagi umat manusia adalah roda. Sebelum penemuannya pada 3500 sebelum Masehi, mobilitas manusia, terutama dalam hal pengangkutan logistik berat, cukup terbatas.

Bayangkan, tanpa roda Anda mesti membawa koper dengan diseret, misalnya. 

David Anthony, profesor antropologi di Hartwick College, mengungkapkan temuan ini punya, “kecemerlangan pada konsep roda-dan-as.”

“Tapi membuatnya juga sulit,” aku dia. Misalnya, lubang di tengah roda dan ujung poros tetap harus hampir bulat sempurna dan halus.

Ukuran poros juga merupakan faktor penting, seperti kekencangannya di dalam lubang (tidak terlalu kencang, tapi juga tidak terlalu longgar).

Namun, kerja keras nenek moyang kita terbayar. Gerobak beroda memfasilitasi pertanian dan perdagangan dengan memungkinkan pengangkutan barang ke dan dari pasar, serta meringankan beban orang yang bepergian jauh.

Kini, roda sangat penting untuk cara hidup manusia, ditemukan dalam segala hal, mulai dari jam, kendaraan, hingga turbin air.

2. Mesin cetak

Tanpa mesin cetak, mungkin kita tidak akan mengenal buku, koran, hingga majalah, dan mesti menatah tulisan di batu. Mesin ini ditemukan oleh Johannes Gutenberg asal Jerman pada 1440 dan 1450.

Kunci pengembangan teknologi ini adalah cetakan tangan, teknik pencetakan baru yang memungkinkan pembuatan cepat jenis logam bergerak dalam jumlah besar.

Gutenberg adalah orang pertama yang menciptakan proses mekanis yang mentransfer tinta (yang dibuatnya dari minyak biji rami dan jelaga) dari jenis yang dapat dipindahkan ke kertas.

Mesin cetak temuan Gutenberg ini secara eksponensial meningkatkan kecepatan pembuatan salinan buku, dan dengan demikian menyebabkan penyebaran pengetahuan yang cepat dan luas untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Dalam bukunya “The Printing Revolution in Early Modern Europe” (Cambridge University Press, 2012), mendiang sejarawan Elizabeth L. Eisenstein menulis, “bengkel percetakan akan ditemukan di setiap pusat kota yang penting pada tahun 1500.”

Diperkirakan hingga dua puluh juta jilid telah dicetak di Eropa Barat pada tahun 1500, meskipun Eisenstein memperkirakan jumlahnya sekitar delapan juta.

Efeknya revolusioner. Contoh, percetakan membuat akses yang lebih luas ke Alkitab, yang kemudian menimbulkan interpretasi alternatif, termasuk dari Martin Luther, yang juga mencetak ratusan ribu dokumen “95 Theses” yang memicu Reformasi Protestan.

3. Penisilin

Penisilin, salah satu jenis antibiotik, merupakan salah satu kisah penemuan paling terkenal dalam sejarah.

Pada 1928, ilmuwan Skotlandia Alexander Fleming sedang memperhatikan cawan petri berisi bakteri di laboratoriumnya dengan tutupnya yang terbuka secara tidak sengaja.

Sampel itu terkontaminasi jamur. Di mana pun jamur berada, bakterinya mati. Jamur antibiotik itu ternyata adalah jamur Penicilium dan selama dua dekade berikutnya, ahli kimia memurnikannya dan mengembangkan obat penisilin.

Obat ini mampu melawan sejumlah besar infeksi bakteri pada manusia tanpa membahayakan manusia itu sendiri.

Penisilin diproduksi secara massal dan diiklankan mulai 1944. Poster-poster mengenai penisilin dilampirkan pada kotak surat pinggir jalan dan menyarankan prajurit Perang Dunia II untuk mengambil obat untuk menghilangkan penyakit kelamin.

4. Kompas

Kompas pertama kali ditemukan di China selama Dinasti Han (abad 2 sebelum masehi–abad pertama masehi). Awalnya, kompas terbuat dari lodestone, bijih besi yang dimagnetisasi secara alami.

Kompas untuk navigasi baru pertama kali digunakan pada Dinasti Song, antara abad 11 dan 12.

Penemuan kompas memungkinkan para pelaut untuk bernavigasi dengan aman, membuka dunia untuk eksplorasi dan mengembangkan perdagangan global.

Kompas merupakan instrumen yang masih banyak digunakan hingga saat ini dan telah mengubah pengetahuan serta pemahaman manusia tentang bumi.

5. Bohlam

Jadi salah satu penemuan penting di dunia, lampu bohlam dapat menghilangkan ketergantungan pada cahaya alami dan memungkinkan umat manusia lebih produktif saat siang dan malam.

Thomas Alva Edison mungkin dikenal sebagai tokoh bersejarah yang berjasa menemukan lampu bohlam. Kenyataannya, penemuan lampu bohlam melibatkan sejumlah tokoh lain sepanjang 1800-an.

Namun, Thomas Edison dikreditkan sebagai penemu utama karena ia menciptakan sistem pencahayaan yang berfungsi penuh, termasuk generator dan kabel serta bola lampu filamen karbon seperti di atas, pada tahun 1879.

Telepon hingga paku di halaman berikutnya…


Telepon hingga Penggunaan Api

BACA HALAMAN BERIKUTNYA



Sumber: www.cnnindonesia.com